⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M4.8 Guncang Waingapu Sulteng, Episenter 46 Kilometer Utara Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M4.8 Guncang Waingapu Sulteng, Episenter 46 Kilometer Utara Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur
BAGIKAN:

Gempa bumi dengan magnitudo 4.8 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (8/10/2026) pukul 21.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 9,52°LS, 123,10°BT, atau tepatnya 46 kilometer arah utara dari Kota Waingapu. Kejadian ini terdeteksi pada kedalaman hiposenter yang cukup dangkal, sehingga guncangan terasa di beberapa wilayah sekitar meski tidak berpotensi menimbulkan dampak destruktif besar.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan signifikan maupun korban jiwa yang diterima oleh Posko Penanggulangan Bencana Sumba Timur. Getaran gempa dilaporkan dirasakan pada skala intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di beberapa titik, di mana warga merasakan getaran yang cukup nyata namun tidak membahayakan struktur bangunan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menghindari hal-hal yang dapat memicu kepanikan atau informasi hoaks di media sosial.

Analisis Pakar Geofisika

Secara tektonik, wilayah Sumba Timur dan sekitarnya berada dalam zona interaksi kompleks antara Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan aktivitas mikro-tektonik intralempeng. Peristiwa gempa M4.8 ini dikaitkan dengan aktivitas sesar lokal atau patahan aktif di kawasan Sumba yang memiliki orientasi NW-SE, yang sering menjadi pemicu gempa dengan magnitudo sedang hingga kecil. Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa wilayah ini memang aktif secara seismik dengan frekuensi gempa rutin, namun magnitudo di atas 5.0 relatif jarang terjadi secara langsung di dalam daratan, kecuali yang berkaitan dengan subduksi di Selat Sumba.

Menyoal potensi tsunami, gempa yang episenternya di darat atau dengan kedalaman hiposenter dangkal jauh di utara Waingapu tidak memenuhi kriteria sumber daya untuk membangkitkan gelombang tsunami signifikan. Risiko tsunami hanya relevan jika gempa berpusat di dasar laut dangkal (<20 km) dengan magnitudo minimal 6.5 dan mekanisme sumber yang bersifat vertikal. Terkait gempa susulan, secara statistik kemungkinan masih ada beberapa guncangan kecil ber-magnitudo di bawah 4.0 dalam 24 jam ke depan, namun tidak perlu dikhawatirkan akan meningkat menjadi magnitudo lebih besar. Pemantauan terus dilakukan oleh jaringan seismograf BMKG di NTT.

Meow! Tanya Nesi!
😸