Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M 4,7 Guncang Timur Laut Ruteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M 4,7 Guncang Timur Laut Ruteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
BAGIKAN:

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang wilayah 101 kilometer timur laut Ruteng, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (8/10/2026) pukul 06.00 WIB. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer yang mengindikasikan adanya aktivitas seismik di zona pertemuan lempeng tektonik di perairan timur Flores. Meskipun getarannya terasa hingga ke beberapa wilayah daratan sekitar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa guncangan tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa akibat kejadian ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan. Otoritas darurat terus memantau situasi seismik di wilayah Nusa Tenggara Timur guna memastikan keamanan warga, sementara pihak terkait menghimbau masyarakat menghindari bangunan yang mengalami retak sebagai langkah preventif.

Analisis Pakar Geofisika

Dari perspektif geofisika, wilayah 101 km timur laut Ruteng berkedudukan di sepanjang Sesar Flores-Banda Sea yang merupakan sistem patahan utama mengontrol pembentukan busur vulkanik di seluruh Indonesia. Gempa berkedalaman dangkal (10 km) umumnya disebabkan oleh sesar geser (strike-slip) atau sesar naik (thrust) lokal yang aktif, berbeda dengan gempa dangkal subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Eurasia yang biasanya terjadi pada kedalaman lebih dalam. Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa zona ini aktif secara tektonik karena gesekan lempeng, namun secara historis magnitudo rata-rata masih dalam kategori menengah yang jarang menyebabkan kerusakan masif jika tidak terletak di atas permukaan tanah lunak. Potensi tsunami nyaris nol karena sumber gempa berada di zona patahan dalam, jauh dari mekanisme pendisiplinan amplitudo air laut yang diperlukan untuk membentuk gelombang tsunami, sehingga risiko bencana sekunder bersifat minimal.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ