45 Napi Risiko Tinggi Jatim Dikawal Ketat ke Nusakambangan Demi Tegasnya Keamanan

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

45 Napi Risiko Tinggi Jatim Dikawal Ketat ke Nusakambangan Demi Tegasnya Keamanan
BAGIKAN:

Empat puluh lima narapidana berkategori risiko tinggi yang semula berasal dari Lapas Kelas I Malang dan Lapas Kelas I Madiun telah tiba di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (7/10) dini hari WIB. Pemindahan masif ini dikawal ketat oleh Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur untuk memitigasi potensi gangguan keamanan di wilayah Jawa Timur. Rombongan diberangkatkan dari Lapas Kelas I Surabaya pada pukul 04.50 WIB, dengan pengawalan ketat yang berlangsung hingga tujuan akhir.

Kusnali, Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, menyatakan bahwa langkah preventif ini bertujuan untuk mengeliminasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lembaga pemasyarakatan setempat. Dia tidak hanya mengawasi jarak jauh, tetapi ikut serta dalam eksekusi pemindahan sejak dini hari, didampingi oleh Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman. Keduanya memastikan setiap detail berjalan sesuai rencana untuk menjaga stabilitas sistem pemasyarakatan di Jawa Timur.

Sebelum diterbangkan atau diangkut ke Nusakambangan, ke-45 warga binaan tersebut menjalani tahap konsolidasi di Lapas Kelas I Surabaya. Lokasi ini difungsikan sebagai Transit Centre untuk memastikan kesiapan fisik dan administratif para tahanan sebelum memulai perjalanan jarak jauh. Konsolidasi ini menjadi bagian integral dari prosedur standar operasional yang diterapkan oleh UPT Pemasyarakatan Korwil Surabaya Raya bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Aspek pengamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama selama proses transit dan perjalanan. Petugas diinstruksikan untuk melakukan kontrol berkala guna memastikan kondisi kesehatan para narapidana tetap terpantau dengan baik sepanjang rute perjalanan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa prosedur ketat tidak boleh mengesampingkan prinsip hak asasi manusia dan martabat setiap warga binaan, sesuai arahan langsung dari pimpinan Kanwil.

Kusnali menegaskan bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak asasi. Ia meminta seluruh petugas yang terlibat memahami pendelegasian tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan jelas. Di akhir keterangan resminya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat, seraya berharap perjalanan yang memakan waktu singkat namun intensitas pengawalan tinggi ini berjalan mulus dan aman.

Analisis Redaksi

Pemindahan 45 napi risiko tinggi ini menandakan pergeseran strategi keamanan dari reaktif menjadi proaktif dalam pengelolaan laplus. Dengan memusatkan tahanan berisiko tinggi di lokasi dengan tingkat keamanan maksimal seperti Nusakambangan, negara berupaya memutus rantai komando simpul-simpul gangguan keamanan yang berpotensi memecah belah fasilitas pemasyarakatan biasa. Strategi ini sangat relevan mengingat tantangan keamanan internal lembaga pemasyarakatan yang sering kali sulit dipantau dari luar.

Perlu diwaspadai bahwa konsentrasi tahanan tinggi di satu lokasi akan menuntut kapasitas pengawasan dan logistik yang sama tingginya. Jika SOP pengawalan tidak dijalankan dengan presisi atau jika terdapat celah dalam transfer tanggung jawab antara kepolisian dan pemasyarakatan, risiko kebocoran informasi atau gangguan bisa muncul. Keberhasilan operasi ini tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kekokohan komunikasi antarpetugas yang ditekankan oleh Kusnali.

Secara logis, langkah ini akan menjadi preseden untuk penanganan napi berisiko tinggi lainnya di seluruh Indonesia. Publik dan lembaga pengawas perlu meninjau bagaimana efektivitas konsolidasi di Lapas Surabaya sebagai pusat transit ini dalam jangka panjang, terutama dalam hal penghormatan hak asasi selama transit yang ketat tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸