Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ronaldo Undur Diri dari Timnas Portugal, Minta Federasi Beri Sanksi atas Kepatuhan

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ronaldo Undur Diri dari Timnas Portugal, Minta Federasi Beri Sanksi atas Kepatuhan
BAGIKAN:

Cristiano Ronaldo resmi mengundurkan diri dari timnas Portugal, memutus ikatan 24 tahun bersama sang El Toro, akibat perseteruan personal dengan pelatih Jorge Jesus yang berakhir dengan dua kali pengkhianatan janji tak tertulis di lapangan.

Malam sebelumnya, striker berusia 41 tahun ini mengungkapkan kronologi panjang melalui unggahan media sosial yang berisi hampir 2.000 kata. Dalam pesan tersebut, Ronaldo menyebut dirinya dibohongi oleh Jesus, mantan bosnya di Al Nassr, terkait rencana rotasi pemain di laga kualifikasi. Dia merasa dikhianati setelah berjanji bermain 30 menit di laga Norwegia, hanya untuk akhirnya duduk di bangku cadangan tanpa pernah diberi sinyal masuk ke lapangan.

Puncak kekacauan ini terjadi saat Ronaldo memutuskan meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu klarifikasi lebih lanjut. Dia tidak menyapa para penggemar di final Norwegia, sebuah keputusan yang ia akui sebagai "kesalahan" yang harus ditanggungnya. Empat puluh delapan jam setelah insiden itu, Ronaldo bertemu dengan Jesus dan Simo Coutinho, direktur olahraga Al Nassr, dalam percakapan yang disebutnya jujur. Mereka sepakat bahwa Jesus akan menjelaskan klarifikasi tersebut di konferensi pers, tetapi sikap Jesus di depan media justru menunjukkan agresi dan catatan yang bertentangan dengan apa yang diucapkannya di belakang layar.

Kesepakatan di balik layar itu melibatkan catatan yang ditandatangani oleh Ronaldo, yang menyatakan Jesus menghargai kontribusinya selama 24 tahun dan bahwa insiden di Norwegia adalah "kesalahan" Jesus. Namun, di depan umum, Jesus menyindir Ronaldo secara tersirat, menyebut pemain yang telah bermain lebih dari 230 pertandingan tidak seharusnya bereaksi atas kekecewaan. Bagi Ronaldo, ini adalah pelanggaran kedua yang membuatnya tidak bisa lagi mempercayai komitmen pelatihnya.

Kini, mantan kapten timnas itu secara eksplisit meminta Federasi Sepak Bola Portugal (PFF) untuk menjatuhkan sanksi disiplin atas pengunduran dirinya. Dia mendorong federasi untuk menghukumnya karena merasa tidak lagi mampu melanjutkan tugasnya di bawah arahan Jesus. Keputusan ini mengakhiri sebuah era di mana Ronaldo adalah ikon tak tergoyahkan, dan menggantinya dengan kekosongan kepemimpinan serta potensi retaknya hubungan antara pemain top Portugal dan kepelatihan nasional.

Analisis Redaksi

Langkah Ronaldo ini bukan sekadar mundur dari satu turnamen, melainkan sebuah penarikan diri total dari skema jangka panjang timnas Portugal yang telah ia bangun selama lebih dari dua dekade. Dengan meminta sanksi dari federasi, dia mengunci pintu keluar secara dramatis, menolak kesempatan untuk berdamai dengan Jesus yang kini memegang kendali penuh atas rotasi pemain dan strategi tim. Ini menandai pergeseran dari dominasi individual sang megastar menuju era di mana otoritas pelatih diuji oleh pemain-pemain senior lainnya seperti Bruno Fernandes atau Ruben Dias.

Pengunduran diri ini meninggalkan Portugal dengan kerentanan psikologis besar jelang laga Denmark, karena kapten tim absen di tengah konflik terbuka dengan pelatihnya. Secara logis, PFF akan menghadapi dilematika: memenuhi permintaan Ronaldo untuk menjatuhkan sanksi, atau membiarkannya pergi dengan kehormatan yang tercoreng. Apa pun keputusannya, citra institusi sepak bola Portugal kini menjadi sanderan di tengah badai manajemen pemain dan konflik kepelatihan yang berkepanjangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸