Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ronaldo Akui Kesalahan, Minta Sanksi Maksiimal atas Absennya di Laga Lawan Denmark

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ronaldo Akui Kesalahan, Minta Sanksi Maksiimal atas Absennya di Laga Lawan Denmark
BAGIKAN:

Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara terkait pengunduran dirinya dari skuad timnas Portugal sehari sebelum laga kontra Denmark di UEFA Nations League. Pemain berusia 41 tahun ini menegaskan kesiapannya menerima sanksi apapun dari Federasi Sepak Bola Portugal (PFF), bahkan ia secara eksplisit meminta federasi untuk menghukumnya tanpa pengurangan.

"Saya memohon maaf kepada rekan-rekan saya di timnas karena telah meninggalkan pemusatan latihan," tulis Ronaldo dalam unggahan media sosial pada Rabu (7/10) dini hari WIB. Ia mengakui bahwa meskipun kepercayaannya terhadap pelatih sudah tergerus total dalam percakapan yang terjadi, tanggung jawab penuh atas tindakan meninggalkan kamp latihan berada di pundaknya.

Ronaldo menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk mengemas barang dan pergi setelah merasa keberadaannya di tim justru akan berdampak buruk. "Saya merasa bahwa keberadaan saya di tim, sejak saat itu, hanya akan merugikan tim," ujar kapten timnas Portugal tersebut. Ia menambahkan bahwa pengingkaran janji terhadap fans memberikan dampak psikologis yang mendalam baginya.

Dalam permohonan maaf tersebut, Ronaldo menekankan bahwa sebagai kapten tim, posisinya seharusnya menjadi faktor pemberat, bukan pembebasan. "Federasi Sepak Bola Portugal harus menilai konsekuensi dari tindakan saya dan menghukum saya atas hal tersebut," tegasnya. Ia menolak adanya perlakuan khusus dan menyerukan prinsip kesetaraan hukum sepak bola yang berlaku untuk semua pemain tanpa memandang status individu.

Kasus ini terjadi setelah Ronaldo meninggalkan kamp Portugal sehari sebelum pertandingan melawan Denmark dalam laga lanjutan UEFA Nations League pada 1 Oktober. Insiden tersebut sempat menimbulkan spekulasi liar di media sebelum akhirnya sang bintang meluruskan situasi melalui pernyataan resmi yang mengakui kesalahan dan meminta penalti.

Analisis Redaksi

Pernyataan ini mengubah narasi dari pemberontakan menjadi pengakuan tanggung jawab kapten. Dengan meminta sanksi maksimal, Ronaldo justru mencoba menempatkan dirinya di bawah hukum disiplin federasi, sebuah langkah strategis untuk memulihkan reputasi sebagai pemimpin moral tim meskipun secara teknis ia telah melanggar protokol. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan manajemen karier di usia 41 tahun.

Yang perlu diwaspadai adalah preseden hukum disiplin di Portugal. Jika PFF memberikan sanksi ringan atau diabaikan, hal itu bisa memicu kritik terhadap transparansi federasi. Sebaliknya, jika sanksi berat dijatuhkan, ini akan menjadi uji coba pertama bagi otoritas Eropa dalam menangani pemain kelas dunia yang melanggar aturan internal timnas di era baru regulasi UEFA.

Mengenai langkah selanjutnya, ini membuka ruang bagi pelatih timnas untuk melanjutkan turnamen tanpa beban politik internal dari pemain terkuat. Publik Portugal kini menunggu apakah PFF akan memberikan hukuman formal sesuai permintaan Ronaldo atau memberikan toleransi demi stabilitas jelang pertandingan penting lainnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸