Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gubernur Pramono Yakin Jakarta Tanpa Bangun Fasilitas Baru, PON XXII 2028 Digelar di Ibu Kota

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Nasional
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Gubernur Pramono Yakin Jakarta Tanpa Bangun Fasilitas Baru, PON XXII 2028 Digelar di Ibu Kota
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap mengoptimalkan fasilitas olahraga berstandar internasional yang sudah ada untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Pantai 2026 dan PON XXII 2028.
  • Ia menegaskan, karena pemerintah tidak membangun fasilitas baru, sebagian besar pertandingan PON XXII 2028 akan dilaksanakan di Jakarta.
  • Pernyataan itu disampaikan Pramono saat membuka Gathering Persiapan Pelaksanaan PON Pantai 2026 dan PON XXII 2028 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap mengoptimalkan fasilitas olahraga berstandar internasional yang sudah ada untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Pantai 2026 dan PON XXII 2028. Ia menegaskan, karena pemerintah tidak membangun fasilitas baru, sebagian besar pertandingan PON XXII 2028 akan dilaksanakan di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat membuka Gathering Persiapan Pelaksanaan PON Pantai 2026 dan PON XXII 2028 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (6/10). Kegiatan yang mengusung tema "Bergerak untuk Jakarta Juara" ini menjadi momentum memantapkan kesiapan DKI Jakarta sebagai kota penyangga penyelenggaraan PON XXII 2028 yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Hidayat Humaid mencatat kontribusi signifikan atlet ibu kota bagi prestasi nasional. Dari lima medali emas yang diraih kontingen Indonesia pada Asian Games, dua di antaranya dipersembahkan atlet DKI Jakarta, atau sekitar 45 persen dari total raihan emas nasional. "Tugas besar ini tidak mungkin dipikul sendirian oleh pemerintah. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan BUMN, BUMD, dan dunia usaha untuk membawa Jakarta menjadi juara umum," ujar Hidayat.

Penetapan Jakarta sebagai kota penyangga PON XXII 2028 merupakan amanat strategis pemerintah pusat. Selain menjadi penyangga, Jakarta juga menjadi tuan rumah PON Pantai 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Ancol pada November 2026 dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga. "PON Pantai 2026 saya harap betul menjadi uji coba bagi kita untuk mempersiapkan diri menjadi juara umum pada 2028," tutur Pramono. Ia mengingatkan bahwa pembinaan atlet harus diperkuat sejak dini agar target prestasi tercapai secara terukur, terutama pada cabang olahraga yang memiliki potensi besar menyumbangkan medali.

Kesuksesan penyelenggaraan PON tidak hanya bergantung pada prestasi atlet, tetapi juga profesionalisme kesiapan venue. Pramono menekankan dua fokus utama yang akan dipersiapkan: hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan prestasi. KONI DKI Jakarta terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, memastikan setiap pertandingan berjalan lancar sesuai standar internasional yang telah ditetapkan.

Analisis Redaksi

Kepastian bahwa PON XXII 2028 akan banyak menggelar pertandingan di Jakarta tanpa perlu membangun venue baru mengubah dinamika strategis penyelenggaraan olahraga nasional. Hal ini menegaskan peran ganda DKI Jakarta: sekaligus menjadi kota penyangga untuk provinsi tetangga dan tuan rumah untuk cabang olahraga pantai. Skema ini menuntut tingkat kesiapan infrastruktur yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena tidak ada fase pembangunan baru yang biasanya menandai tahun penyelenggaraan.

Kontribusi 45 persen medali emas Asian Games yang diraih atlet DKI menjadi modal prestise yang harus dikonversi menjadi dominasi di kancah nasional. Namun, tantangan terbesarnya ada pada orkestrasi logistik dan kolaborasi multipihak. Dengan ketergantungan pada sinergi antara pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta, eksekusi program pembinaan harus sangat terukur untuk menghindari inefisiensi sumber daya. Kegagalan koordinasi di sektor non-atletik bisa menggerus potensi prestasi yang sudah terlihat menjanjikan.

Secara implisit, menjadikan PON Pantai 2026 sebagai "uji coba" menunjukkan adanya kesadaran bahwa skala kompetisi dua tahunan ini jauh lebih kompleks dari sebelumnya. Jika Jakarta berhasil menjalankan simulasi di Ancol dengan baik, maka transisi ke status penuh pada PON XXII 2028 akan lebih mulus. Fokus pada profesionalisme penyelenggaraan ini sejatinya adalah pengujian nyata komitmen jangka panjang sistem olahraga Indonesia dalam memanfaatkan aset infrastruktur yang sudah ada secara maksimal.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ