Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Elias Dolah Memaki Wasit, Poin Indonesia Naik 1166,50 usai Kalahkan Thailand

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Elias Dolah Memaki Wasit, Poin Indonesia Naik 1166,50 usai Kalahkan Thailand
BAGIKAN:

Gemar memaki tidak berhenti di stadion, tetapi melanjut ke dunia digital setelah laga final FIFA ASEAN Cup 2026. Elias Dolah, pemain timnas Thailand, menuliskan kata-kata kasar kepada wasit Ahrol Risqullaev melalui Instagram pribadinya. Reaksi emosional ini muncul tepat setelah Indonesia menyegel juara lewat drama adu penalti. Timnas Indonesia kini berdiri di atas puing-puing rivalitas, sementara citra disiplin Thailand mendapat sorotan dari media seantero Asia Tenggara.

Final antara Indonesia dan Thailand berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10) malam WIB. Skor imbang 2-2 memaksa kedua tim menjalani babak adu penalti yang menentukan nasib. Pelatih John Herdman sukses membina timnya menjadi juara dengan keunggulan mental di babak tos-tosan. Kemenangan 4-2 pada adu penalti ini menjadi penentu gelar juara bagi skuad Garuda.

Keberhasilan ini langsung berdampak pada posisi Indonesia di ranking FIFA secara resmi. Tim asuhan John Herdman mengoleksi tambahan 3,35 poin dari kemenangan atas Thailand yang saat itu berperingkat lebih tinggi. Total poin Indonesia saat ini melonjak menjadi 1166,50 poin. Angka ini merupakan indikator objektif peningkatan performa tim nasional dalam skema penilaian global.

Dolah yang sebelumnya dikenal sebagai mantan pemain Bali United, menumpahkan kemarahan dalam unggahannya. Ia menulis, "Anda patut bangga dengan performa Thailand," sebuah kalimat yang ambigu namun sarat sindiran tajam. Namun, insiden spesifik atau keputusan wasit apa yang memicu amarah tersebut tidak dijelaskan secara rinci oleh Dolah. Kekaburan alasan ini justru menimbulkan tanda tanya besar bagi pengamat sepak bola terkait profesionalisme pemain internasional.

Di sisi lain, panggung sepak bola Eropa tetap bergerak dengan dinamisnya. Timnas Inggris mendominasi dalam pertandingan lanjutan Grup A3 UEFA Nations League. Mereka mengalahkan Republik Ceko dengan skor telak 3-0 di Stadion Wembley, London, Rabu (7/10) dini hari WIB. Kane menjadi pahlawan laga dengan mencetak dua gol, ditambah satu gol bunuh diri dari Vladimir Coufal.

Kemenangan Inggris dimulai sejak kicauan awal, di mana tendangan bebas Trent Alexander-Arnold sempat dihalau oleh kiper Ceko, Lukas Hornicek. Inggris mengambil inisiatif penuh untuk menekan pertahanan lawan. Dominasi tersebut berbuah manis dengan dua gol cepat yang memastikan tiga poin berharga di papan klasemen grup.

Analisis Redaksi

Insiden memaki wasit oleh Elias Dolah mengisyaratkan adanya friksi emosional yang belum terselesaikan pasca-penalti. Dalam psikologi olahraga, frustrasi kegagalan sering kali disalurkan kepada pihak ketiga yang dianggap penyebab, dalam hal ini pengadil. Meski tidak ada detail insiden di lapangan, tindakan ini merusak image timnas Thailand yang sedang berjuang mempertahankan dominasi di ASEAN.

Secara statistik, lonjakan poin Indonesia menjadi 1166,50 bukan sekadar angka, melainkan validasi atas konsistensi hasil akhir. Kemenangan atas peringkat yang lebih tinggi memberikan bobot lebih tinggi dalam kalkulasi FIFA. Langkah logis berikutnya adalah mempertahankan performa di laga persahabatan atau turnamen besar untuk memastikan poin tersebut tidak tergerus.

Di kancah Eropa, kemenangan telak Inggris membuktikan bahwa stabilitas skuad menjadi kunci di Nations League. Kombinasi kreativitas Alexander-Arnold dan finishing Kane menunjukkan kedalaman serangan yang solid. Kedua peristiwa, dari Gelora Bung Karno hingga Wembley, menggambarkan kontraksi antara emosi tak terkendali dan profesionalisme dingin dalam sepak bola modern.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸