Chris Abbott Akui Takut Saat Umumkan Peran Profesor X di D23 karena Kurang Dikenal
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Christopher Abbott mengungkap momen canggung yang ia alami saat resmi diperkenalkan sebagai wajah baru Profesor X dalam proyek reboot X-Men Marvel Studios pada ajang D23 bulan lalu. Bintang serial Girls ini mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri di panggung setelah menyadari sebagian besar pengunjung pameran tidak mengenali dirinya saat ia berjalan keluar dari balik layar.
Dalam wawancara dengan New York Magazine, Abbott menggambarkan situasi tersebut sebagai percampuran antara mimpi yang terwujud dan pengalaman yang mengerikan. "Saya rasa awalnya mulai berjalan keluar dengan sangat antusias, lalu saya merasa banyak orang di sana tidak tahu siapa saya, jadi energi saya berubah dalam hitungan detik," kata Abbott. Ia bahkan membatal rencana selebrasi kecil, yaitu mengepalkan tangan ke udara, karena tepuk tangan penonton yang ia dengar semakin kecil dan dingin.
Aktor berusia 32 tahun itu memilih untuk tetap tenang dan hanya mengangguk. "Saya jadi sedikit lebih rendah hati tentang hal itu," ujarnya. Ia membandingkan momen tersebut dengan simulasi video gim atau mimpi buruk, sebuah transisi emosional yang cepat dari antusiasme tinggi menjadi keraguan diri. Keprihatinan ini terasa nyata karena ia harus tampil di hadapan ribuan penggemar hardcore Marvel yang sudah menunggu perubahan era X-Men sejak peralihan hak dari Fox.
Pengumuman Abbott bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari perombakan total skuad mutan di bawah naungan Marvel Cinematic Universe. Ia akan berbagi layar dengan Inde Navarrette sebagai Rogue, Maya Boyd sebagai Storm, dan rekan satu grup dari Girls, Adam Driver, yang didapuk menjadi villain Mr. Sinister. Jajaran ini melengkapi nama-nama yang telah diumumkan sebelumnya, termasuk Sadie Sink sebagai Jean Grey, Kit Connor sebagai Cyclops, dan Samara Weaving sebagai Emma Frost. Film ini dijadwalkan tayang pada Mei 2028.
Proyek ini menandai reboot resmi pertama kelompok mutan setelah era Fox berakhir dengan Dark Phoenix pada 2019, di mana peran Profesor X sebelumnya dipegang oleh James McAvoy. Sebelum terjun ke waralaba besar Marvel, Abbott masih akan menyapa penonton lewat miniseri Netflix East of Eden yang dibintanginya bersama Florence Pugh dan Mike Faist. Kehadirannya diharapkan bisa membangun kembali rekam jejak aktingnya yang sempat tenggelam di antara proyek-proyek indie dan layar lebar lainnya sebelum penantian panjang menuju 2028.
Analisis Redaksi
Keresahan Abbott di panggung D23 sebenarnya mencerminkan risiko bisnis terbesar Marvel saat ini: memisahkan reputasi karakter ikonik dari aktris/aktor pendahulunya. Bagi penggemar, nama "Profesor X" hampir identik dengan Patrick Stewart atau James McAvoy. Fakta bahwa Abbott, seorang aktor yang dikenal lewat drama psikologis dan role di Girls, tidak langsung dikenali audiens pameran, menandakan bahwa waralaba ini mulai kehilangan daya tarik populer di kalangan basis fandom terasnya. Ini adalah lampu kuning bagi Marvel bahwa mereka harus bekerja ekstra keras dalam fase pemasaran praproduksi untuk membangun ketertarikan awal sebelum film rilis empat tahun lagi.
Masukan Adam Driver sebagai Mr. Sinister menjadi variabel pengimbang yang kuat. Reputasi Driver di level A-list Hollywood jauh melampaui Abbott saat ini, dan kehadirannya di sisi villain bisa menjadi magnet utama yang menyedot perhatian. Strategi Marvel kali ini tampak lebih berani dalam memilih pemain berdasarkan visi artistis alih-alih sekadar kepopuleran, sebuah pendekatan yang sudah terbukti berhasil di berbagai serial mereka. Namun, tanpa jeda, transisi dari antusiasme pengumuman menjadi keraguan Abbott menunjukkan bahwa fondasi popularitas karakter-karakter X-Men di MCU masih rapuh. Publikasi East of Eden akan menjadi ujian krusial pertama untuk membalik narasi bahwa Abbott hanya sekadar "nama baru" tanpa bobot industri.
