Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

WhatsApp Uji Fitur Restricted Chat, Gaji Media dan Ekspor Obrolan Terblokir

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

WhatsApp Uji Fitur Restricted Chat, Gaji Media dan Ekspor Obrolan Terblokir
BAGIKAN:

Pengguna WhatsApp beta kini dapat membatasi akses ke obrolan mereka melalui fitur baru bernama Restricted Chat. Fitur ini berfungsi untuk membatasi interaksi pengguna dalam obrolan tertentu sebagai pengembangan dari fitur Advanced Chat Privacy. Ketika diaktifkan, aplikasi pesan instan ini akan menampilkan notifikasi di dalam obrolan tersebut. Salah satu batasan utamanya adalah seseorang di dalam Restricted Chat tidak bisa menyimpan media seperti foto atau video secara otomatis ke smartphone mereka.

Kemampuan membatasi obrolan ini diumumkan oleh WABetaInfo dalam postingan tentang pembaruan WhatsApp beta untuk Android versi 2.26.39.11. Selain memblokir penyimpanan media otomatis, fitur ini membuat pengguna tidak bisa mengekspor isi obrolan tersebut. Pengguna juga tidak bisa menggunakan fitur-fitur Meta AI di dalam obrolan yang dibatasi. Akses ke obrolan melalui perangkat tertaut seperti WhatsApp Web dan aplikasi desktop juga menjadi terhalang.

Meski membatasi akses, WhatsApp tetap menjamin keamanan semua pesan dan panggilan dengan fitur enkripsi end-to-end. Pihak penyedia layanan menyebut fitur Restricted Chat ini bertujuan untuk mencegah pengguna mengakses obrolan menggunakan aplikasi tidak resmi atau bot AI. Fitur ini bersifat opsional, artinya tidak otomatis aktif di semua obrolan. Saat ini, fitur tersebut hanya tersedia untuk percakapan individual, bukan grup.

Untuk mengaktifkan fitur Restricted Chat, pengguna dapat mengaksesnya dari opsi "Chat Info" di dalam aplikasi. WhatsApp menyebut fitur ini akan dinonaktifkan secara default, sehingga pengguna perlu mengaktifkannya secara manual. Belum jelas kapan fitur Restricted Chat ini akan dirilis untuk publik secara luas. Namun, fitur tersebut kini dapat digunakan oleh sebagian pengguna WhatsApp beta versi 2.26.36.4 untuk Android dan 26.319.10.20 untuk iOS.

Pengguna yang ingin mencobanya dapat mengikuti program beta WhatsApp melalui toko aplikasi Play Store atau App Store. Mereka perlu memastikan menggunakan versi aplikasi yang mendukung fitur tersebut. Dengan adanya pembatasan ini, kontrol privasi pengguna menjadi lebih granular. Mereka bisa memilih obrolan mana yang ingin dijaga lebih ketat dari aplikasi pihak ketiga.

Analisis Redaksi

Langkah WhatsApp memisahkan obrolan individual dari integrasi AI dan aplikasi pihak ketiga menunjukkan kekhawatiran serius terhadap kebocoran data ke model bahasa besar. Fitur Restricted Chat bukan sekadar pengaman teknis, melainkan pagar etika untuk memastikan data percakapan pribadi tidak disuntikkan ke bot tanpa izin eksplisit. Ini sejalan dengan tren global di mana privasi menjadi nilai jual utama aplikasi pesan.

Dampaknya, pengguna yang paranoid akan spyware atau aplikasi modifikasi (seperti GBWhatsApp) kini punya mekanisme bawaan untuk memblokir akses mereka. Namun, pembatasan ini belum merambah ke grup, yang justru lebih rentan terhadap penyadapan massal. Kita harus waspada: fitur ini hanya aktif jika di-myal oleh pengguna. Tanpa edukasi, mayoritas pengguna akan tetap berada di zona rentan meski tombol pengamannya sudah tersedia.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ