Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Veda Ega Bidik Grid Depan Moto3 Mandalika 2026 Perbaiki Performa

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Veda Ega Bidik Grid Depan Moto3 Mandalika 2026 Perbaiki Performa
BAGIKAN:

Veda Ega Pratama membidik posisi start yang bagus di Moto3 Mandalika 2026 demi membuka peluang meraih hasil lebih baik dibandingkan seri-seri sebelumnya. Pebalap muda Indonesia ini menilai grid awal menjadi faktor krusial untuk memutus rantai kesulitan yang dialaminya sepanjang musim.

Kegagalan di Motegi, Austria, dan Misano menjadi cerminan nyata bagi Veda. Ia berkaca pada beberapa seri terakhir ketika dirinya kesulitan karena harus berjuang memperbaiki posisi sejak awal balapan. "Posisi [starting] grid itu bakal menguntungkan karena di Motegi, Austria, dan Misano saya memang kesusahan. Saya harus benar-benar mendapatkan posisi start yang bagus," kata Veda saat ditemui di Jakarta, Senin (5/10).

Dampak dari start buruk terbukti berat secara fisik dan mental. Menurut Veda, posisi start yang kurang menguntungkan membuatnya harus bekerja lebih keras sejak awal balapan untuk mengejar ketertinggalan. "Di awal-awal balapan, walaupun agak limit, saya harus benar-benar ekstra nge-push untuk mendapatkan posisi yang lebih baik," ujar Veda. Kondisi ini menguras energi sebelum fase strategis balapan dimulai.

Strategi perbaikan kini difokuskan pada persiapan teknis sejak sesi latihan Jumat. Veda berharap persiapan di Mandalika membantunya mendapatkan setelan motor terbaik sejak awal pekan. Setelah itu, ia akan berusaha memaksimalkan kualifikasi untuk menentukan posisi start. "Saya berharap bisa mendapatkan setting-an terbaik di hari Jumat, kemudian di kualifikasi bisa mencari catatan waktu terbaik agar posisi start saya bagus," ucapnya.

Analisis diri menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara performa kualifikasi dan pace balapan. Veda juga mengakui masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal pace balap atau konsistensi mempertahankan kecepatan saat balapan. "Kalau dari saya justru kebalikannya. Pace saya masih kurang, tapi time attack sudah lumayan bagus. Namun, di beberapa seri terakhir masih ada banyak kesalahan saat time attack," tutur Veda. Karena itu, Veda ingin memanfaatkan balapan di Sirkuit Mandalika untuk memperbaiki sejumlah kekurangan tersebut.

Analisis Redaksi

Fokus Veda pada posisi start merupakan langkah taktis yang logis mengingat karakteristik Sirkuit Mandalika yang menuntut manajemen ban dan traksi optimal di tikungan-tikungan cepat. Kesalahan kecil di kualifikasi bisa berakibat fatal pada race pace jika pebalap terjebak di tengah kerumunan lawan. Dengan memperbaiki setup sejak Jumat, Veda berupaya meminimalisir variabel tak terduga yang sering menghambat performanya di seri Eropa dan Jepang sebelumnya.

Pernyataan singkat Veda mengenai optimisme dari posisi depan menyiratkan kepercayaan diri yang dibangun berdasarkan data empiris, bukan sekadar harapan kosong. Bagi publik otomotif nasional, keberhasilan Veda mengamankan grid depan di Mandalika tidak hanya soal poin, tetapi juga validasi bahwa talenta lokal mampu bersaing di level tertinggi jika aspek teknis dan strategi dikelola dengan presisi tinggi.

Meow! Tanya Nesi!
😸