Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Anggota Kartel Kolombia-Meksiko Diduga Gabung Milisi Ukraina untuk Serap Pengalaman Drone

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Anggota Kartel Kolombia-Meksiko Diduga Gabung Milisi Ukraina untuk Serap Pengalaman Drone
BAGIKAN:

Merespons laporan Al Jazeera pada Selasa (6/10), sejumlah anggota jaringan narkotika dari Kolombia dan Meksiko diduga secara aktif mengasup pengalaman militer modern. Mereka disebut-sebut bergabung dengan Legion Internasional Ukraina untuk mempelajari taktik penggunaan drone dalam medan pertempuran.

Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan para tersangka mengenakan seragam tentara lengkap di tengah hutan. Beberapa dari mereka dengan lantang meneriakkan slogan, “Hidup Ukraina! Hidup Meksiko! Hidup Kolombia! Hidup Panama!” Rekaman tersebut diunggah oleh akun @VivoenMarte2 pada pekan sebelumnya.

Netizen tersebut menulis pesan solidaritas yang menyebut, “Tentara bayaran atau personel militer Amerika Latin yang berpartisipasi dalam perang di #Ukriana mengirim salam ke Kartel Generasi Baru Jalisco dan La Chapizza dari Kartel Sinaloa.” Ia menegaskan kedua organisasi itu telah bergabung untuk memusuhi ancaman bersama di Meksiko, yaitu Los Mayos-Cabreras.

Pernyataan tersebut sejalan dengan temuan investigasi media Ukraina NV tahun lalu yang mengonfirmasi 7.000 warga Kolombia telah berperang untuk membantu Kyiv sejak 2022. Dugaan keterlibatan sindikat kriminal internasional di medan perang menambah dimensi kompleksitas konflik di Eropa Timur.

Presiden Kolombia sebelumnya, Gustavo Petro, juga menegaskan bahwa setidaknya 7.000 warganya ikut berperang di Rusia dan Ukraina. Angka ini mempertegas bahwa insentif finansial tetap menjadi magnet utama bagi warga Amerika Latin untuk terlibat dalam konflik bersenjata global.

Analisis Redaksi

Pola perekrutan yang menyasar anggota sindikat narkotika mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak akan tenaga tempur dengan disiplin dan pengalaman lapangan tinggi. Kemampuan mereka dalam operasi tersembunyi yang relevan dengan taktik drone menjadi nilai tambah strategis bagi pertahanan Kyiv.

Keterlibatan kartel yang beroperasi lintas batas negara berpotensi menciptakan risiko keamanan baru bagi kawasan Amerika Latin. Dinamika ini menunjukkan bahwa dampak perang kini melampaui batas geografis, memaksa kelompok kriminal menyesuaikan diri dengan teknologi militer paling mutakhir.

Pemerintah Amerika Latin perlu mempertimbangkan risiko repatriasi pejuang ini. Kembali membawa serta keahlian taktis militer ke tengah masyarakat sipil dapat menciptakan ancaman internal yang lebih berbahaya bagi keamanan nasional dan stabilitas sosial mereka.”

Meow! Tanya Nesi!
😸