Kemenimipas Ungkap Petugas Rutan Depok Bantu Napi Berpesta Narkoba, 22 Warga Binaan Diperiksa

Kriminal
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kemenimipas Ungkap Petugas Rutan Depok Bantu Napi Berpesta Narkoba, 22 Warga Binaan Diperiksa
BAGIKAN:

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengonfirmasi temuan mengejutkan: ada oknum petugas rumah tahanan (rutan) yang turut membantu menyediakan narkotika dalam kasus dugaan pesta narkoba di Rutan Depok. Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Rudi Setiawan menyatakan hal ini saat konferensi pers di Gedung Kemenimipas pada Senin (5/10). "Kami sudah diskusikan bahwa ada pegawai kami yang turut membantu menyediakan narkoba dan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk berpesta," kata Rudi.

Penyidikan kasus ini tengah berlangsung ketat. Karutan Depok Ario Galih Maduseno menjelaskan bahwa sebanyak 22 narapidana dan dua petugas sedang diperiksa terkait peristiwa yang melibatkan sekelompok pria berjoget dan mengonsumsi narkotika di sebuah ruangan dalam lembaga pemasyarakatan. "Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar tiga sampai empat orang," ujar Ario dikutip detikcom, Minggu (4/10).

Dua petugas yang diperiksa tersebut memiliki posisi spesifik di jajaran Rutan Depok. Ario membenarkan bahwa mereka adalah pegawai resmi yang bertugas di satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja. "Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja," tambahnya. Ia mengaku telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan langkah penanganan.

Rudi Setiawan menegaskan bahwa hingga saat ini, informasi utuh dari kantor wilayah setempat belum sepenuhnya diterima oleh pusat. Namun, diskusi awal telah mengungkap dugaan kuat keterlibatan petugas dalam melancarkan aksi tersebut. "Meski demikian, ia menyebut sejauh ini belum dapat informasi yang utuh dari kantor wilayah (kanwil) setempat. Hanya sempat berdiskusi bahwa terdapat dugaan petugas rumah tahanan (rutan) yang membantu melancarkan aksi tersebut," jelas Rudi. Pihaknya berkomitmen untuk mendalami kasus ini secara menyeluruh.

Langkah hukum akan segera diambil terhadap para pihak yang terlibat. Rudi memastikan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan kepada oknum yang terbukti melanggar. "Tentunya ini akan kami dalami dan pasti kami jatuhi hukuman ya," tegas Rudi. Kasus ini memantik perhatian publik terhadap keandalan sistem keamanan internal di fasilitas pemasyarakatan di bawah naungan Kemenimipas, mengingat narkoba berhasil masuk dan digunakan di dalam sel.

Analisis Redaksi

Temuan ini menorehan noda serius pada integritas institusi pemasyarakatan. Jika petugas pengamanan justru menjadi fasilitator peredaran narkoba, ini mengindikasikan kegagalan sistem pengawasan internal yang lebih dalam dari sekadar kelalaian administratif. Keterlibatan dua petugas dari satuan pengamanan dan staf bimbingan kerja menunjukkan adanya celah keamanan yang terstruktur, bukan insidental. Ini adalah alarm bahwa protokol standar mungkin telah dinormalisasi dalam lingkungan yang seharusnya steril.

Dampaknya bagi kepercayaan publik sangat signifikan. Persepsi masyarakat terhadap efektivitas rutan dalam isolasi tahanan akan tergerus. Jika aturan main bisa dilanggar oleh mereka yang mengawasinya, maka rehabilitasi dan penjeraan dalam tahanan menjadi ilusi. Ini bukan hanya soal disiplin, tapi soal keamanan nasional. Narasi bahwa "lapas adalah pulau aman" runtuh.

Langkah selanjutnya secara logis harus transparan dan akuntabel. Publik menunggu tidak hanya hukuman administratif, tetapi juga investigasi independen terhadap rantai komando. Apakah ada atasan yang mengetahui dan menutupi? Kemungkinan langkah berikutnya adalah purifikasi sistem perekrutan dan audit menyeluruh di seluruh rutan untuk memetakan potensi kolusi. Tanpa itu, kasus ini akan terulang di tempat lain. Transparansi penuh dari Kemenimipas adalah kunci untuk memulihkan kredibilitas yang hilang.

Meow! Tanya Nesi!
😸