Charlie Higson Tepis Jack Lowden, Akui Kurang Meyakinkan untuk Peran James Bond Baru

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Sumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Charlie Higson Tepis Jack Lowden, Akui Kurang Meyakinkan untuk Peran James Bond Baru
BAGIKAN:

Penulis novel James Bond, Charlie Higson, secara terbuka menepis nama Jack Lowden sebagai kandidat pengganti Daniel Craig. Dalam wawancaranya dengan The Times beberapa waktu lalu, Higson menilai bintang serial Slow Horses tersebut kurang meyakinkan untuk melakoni adegan aksi fisik yang menjadi ciri khas agen rahasia 007.

"Saya tidak yakin," ujar Higson saat memberikan pandangannya tentang Lowden, seperti yang diberitakan NME pada Selasa (29/9). Ia meng类比 situasi saat Tom Hiddleston masuk dalam bursa calon, dengan menyatakan bahwa Lowden "bukan petarung jarak dekat yang meyakinkan". Bagi Higson, faktor kredibilitas fisik dalam adegan pertarungan adalah elemen krusial yang hilang pada figur Lowden.

Pernyataan ini muncul di tengah kabar bahwa Amazon MGM Studios telah memulai pencarian resmi aktor baru sejak Mei lalu. Higson, yang juga dikenal sebagai pengarang novel King Zero, turut mengomentari deretan nama populer lain yang masuk radar. Ia menilai aktor Jacob Elordi "terlalu tinggi," sedangkan untuk Callum Turner, ia berkomentar ringan bahwa sang aktor "memiliki penampilan yang tidak biasa, yang mana itu bukan hal buruk."

Proyek film James Bond terbaru ini dipastikan berada di bawah arahan sutradara Denis Villeneuve dengan naskah karangan kreator Peaky Blinders, Steven Knight. Meskipun jadwal rilis resmi dan nama aktor terpilih belum diumumkan, produser film membeberkan bahwa pengumuman jajaran pemeran anyar kemungkinan bakal disampaikan pada akhir tahun ini.

Jika penayangan film barunya meleset hingga melewati Februari 2028, proyek ini bakal mencatatkan rekor jeda waktu terpanjang dalam sejarah waralaba Bond. Masa tunggu terlama sebelumnya terjadi sekitar enam tahun lima bulan, yaitu jeda perilisan Licence to Kill (1989) dan GoldenEye (1995). Penundaan ini tentu menambah ketegangan antusias para penggemar yang menunggu kelanjutan saga 007.

Analisis Redaksi

Ungkapan Higson menyoroti pergeseran tren pemilihan aktor Bond dari era Craig menuju potensi era baru yang lebih beragam secara fisik. Namun, resistensi terhadap aktor yang tidak memiliki profil 'hard-boiled' mengindikasikan bahwa studio masih terjebak dalam formula aksi fisik yang konvensional, di mana kepercayaan penonton pada durabilitas tubuh aktor tetap menjadi syarat mutlak. Penolakan terhadap Lowden dan Hiddleston menunjukkan bahwa "estetika aksi" di atas segalanya dalam seleksi tahap ini.

Langkah logis selanjutnya adalah mempercepat keputusan untuk menghindari risiko jeda rekor yang berisiko melemahkan momentum komersial waralaba. Jika penunjukan aktor terus tertunda hingga melewati batas Februari 2028, dampak finansialnya terhadap siklus rilis global bisa menjadi signifikan. Pengumuman di akhir tahun menjadi titik kritis; kegagalan mengumumkan nama konkret saat itu akan mengubah narasi dari 'kegembiraan antusiasme' menjadi 'kegelisakan keterlambatan'.

Meow! Tanya Nesi!
😸