Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Wilayah Utara Flores, BMKG: Getaran Terasa, Belum Ada Potensi Tsunami

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Wilayah Utara Flores, BMKG: Getaran Terasa, Belum Ada Potensi Tsunami
BAGIKAN:

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis siang, 4 Oktober 2026. Menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 10,2 lintang selatan dan 121,9 bujur timur, tepatnya sekitar 43 kilometer ke arah utara dari Kabupaten Ruteng. Pusat gempa tercatat terjadi pada kedalaman 10 kilometer, yang mengindikasikan bahwa sumber guncangan tersebut merupakan gempa dangkal atau shallow earthquake.

Pada pukul 13.52.27 WIB, getaran gempa dilaporkan terasakan dengan intensitas Getaran Skala Mercalli (GSM) II-III di beberapa titik pemukiman di sekitar Pulau Flores. Warga di wilayah sekitar Ruteng dan Maumere melaporkan adanya guncangan yang cukup kuat selama beberapa detik, yang membuat sejumlah benda di dalam rumah bergetar dan jendela berderak. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan struktural pada bangunan, korban jiwa, atau aktivitas pasca-gempa yang mengganggu stabilitas sosial.

Analisis Pakar Geofisika

Secara tektonik, gempa ini dipicu oleh aktivitas seismik pada Sesar Flores atau Fault of Flores, sebuah patahan aktif yang memanjang dari barat laut hingga tenggara dengan mekanisme geser-miring (dextral strike-slip). Sesar ini merupakan batas dari Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia. Kedalaman dangkal (10 km) menunjukkan bahwa patahan ini masih aktif dan memiliki potensi energi yang dapat terlepas dalam beberapa kali peristiwa. Historis menunjukkan bahwa wilayah Flores sangat rentan terhadap gempa bumi menengah yang dapat memicu guncangan signifikan di daratan, meskipun dengan magnitudo yang relatif kecil seperti 4,8 kali ini, dampaknya cenderung terbatas pada guncangan yang terasakan. Mengingat sifat subduksi yang terjadi di zona ini, potensi tsunami dapat muncul jika gempa tersebut berpusat di laut, memiliki magnitudo lebih besar dari 7,0, dan melibatkan pergeseran vertikal pada lempeng, yang belum terpenuhi oleh gempa kali ini. Sebagai dampak lanjutan, gempa utama sering diikuti oleh gempa susulan (aftershock) yang lebih kecil dalam 24-72 jam berikutnya, yang dapat terjadi di sekitar pusat gempa utama sebagai proses penyesuaian tektonik pada patahan Flores tersebut. Masyarakat tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi gempa susulan dan memeriksa retakan pada struktur bangunan tempat tinggal.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ