Gempa M6,0 Guncang Sumba Barat Daya, Deretan Gempa Susulan Masih Berlanjut

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M6,0 Guncang Sumba Barat Daya, Deretan Gempa Susulan Masih Berlanjut
BAGIKAN:

Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, bergoncang cukup keras oleh gempa bumi bermagnitudo 6,0 pada Minggu (4/10) pagi, disusul sederetan gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut hingga beberapa jam kemudian. Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama terjadi pukul 05.55 WIB di koordinat 9,68 LS-118,96 BT. Episenter letaknya berada 10 kilometer selatan Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 14 kilometer.

Guncangan tidak berhenti di situ. Hanya empat menit setelah gempa utama, gempa susulan pertama bermagnitudo 4,4 melanda pukul 05.59 WIB. Sekitar tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 06.06 WIB, gempa susulan kedua bermagnitudo 3,3 mengguncang koordinat 9.37 LS - 118.94 BT dengan kedalaman 16 kilometer. Rangkaian guncangan ini menciptakan kepanikan di tengah pagi yang masih sunyi.

Hari itu, BMKG merekam setidaknya tujuh guncangan susulan. Pukul 06.08 WIB, gempa M3,0 terjadi di 9.91 LS - 118.89 BT. Dua menit kemudian, M2,4 mengguncang, disusul M3,2 pukul 06.12 WIB. Di rentang yang sama, pukul 06.17 WIB, gempa M2,7 tercatat pada kedalaman 23 kilometer. Intensitasnya bervariasi, namun frekuensinya tinggi.

Guncangan juga terdeteksi di seberang pulau. Pukul 06.22 WIB, gempa M2,0 terjadi 50 kilometer timur Kota Bima, NTB, yang merupakan sisi utara Pulau Sumba. Aktivitas seismik baru benar-benar mereda perlahan saat pukul 07.47 WIB. Di titik itu, BMKG mencatat gempa M2,2 di koordinat 9.25 LS - 118.93 BT, masih di sisi barat laut Pulau Sumba. Puluhan detik dan menit setelahnya, warga tetap waspada.

Kedalaman hiposentrum yang relatif dangkal—antara 11 hingga 23 kilometer—menjadi faktor pemicu kekuatan guncangan yang terasa hingga jauh dari pusat episenter. Sumba memiliki sejarah seismik aktif; wilayahnya berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang kompleks. Warga setempat, yang sebagian besar tinggal di bangunan sederhana, kini harus menghadapi risiko sekunder: potensi longsor, retakan, atau kerusakan struktur akibat guncangan berulang. Kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan berikutnya adalah prioritas utama saat ini.

Analisis Redaksi

Skema aktivitas seismik di Sumba Barat Daya menunjukkan dinamika yang patut diwaspadai. Gempa utama M6,0 diikuti rangkaian susulan yang terus berlanjut selama lebih dari dua jam, menandakan penyesuaian tektonik yang belum stabil. Kedalaman yang dangkal memperkuat potensi dampak di permukaan. Bagi masyarakat, prioritas saat ini bukan hanya pada evakuasi awal, tetapi juga pada kesiapan menghadapi guncangan lanjutan, terutama jika aktivitas seismik tetap tinggi di sekitar episenter.

Perlu dipantau secara intensif apakah magnitudo susulan menunjukkan tren penurunan atau justru peningkatan. Pola gempa yang berulang dalam interval singkat adalah indikasi sistem sesar yang aktif. Warga di sekitar wilayah terdampak, khususnya mereka yang bermukim di daerah perbukitan atau dekat tebing, perlu sangat berhati-hati terhadap potensi korban akibat bencana turunan seperti tanah longsor yang dapat dipicu oleh getaran tanah. Pemerintah daerah dan tim tanggap darurat diharapkan memprioritaskan kaji ulang keselamatan struktur dan jalur evakuasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸