Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M5,9 Guncang Tambolaka: Getaran Kuat Diguncang, Warga di Kewaspadaan Tingkat Satu

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M5,9 Guncang Tambolaka: Getaran Kuat Diguncang, Warga di Kewaspadaan Tingkat Satu
BAGIKAN:

Pusat Gempa Bumi dan Tsunami (Gempur) BMKG mencatat guncangan gempa bumi dengan magnitudo 5,9 pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026. Episentrum gempa berlokasi di titik koordinat 39 kilometer arah barat daya dari Tambolaka, Pulau Sumbawa, dengan kedalaman hiposenter sekitar 50 kilometer. Kejadian yang terjadi pada pukul 01:55:55 WIB ini memicu guncangan yang cukup kuat dirasakan oleh warga di wilayah Kabupaten Sumba Timur dan sekitarnya.

Menurut laporan awal BMKG, getaran gempa tersebut mencapai skala Modified Mercalli Intensity (MMI) IV di sekitar kawasan dampak utama. Warga melaporkan adanya rasa goyangan yang jelas, dengan getaran yang cukup lama hingga menyebabkan beberapa benda ringan di dalam ruangan terpelanting. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan struktural signifikan pada bangunan fasilitas umum maupun rumah tinggal, serta tidak ada konfirmasi kerusakan infrastruktur kritis. BMKG telah mengumumkan bahwa gempa dengan parameter ini tidak berpotensi memicu tsunami, meskipun masyarakat di pesisir tetap diimbau untuk tetap memperhatikan perubahan ketinggian air laut yang tidak biasa.

Analisis Pakar Geofisika

Dari sudut pandang geofisika, aktivitas tektonik di kawasan Tambolaka sangat dipengaruhi oleh keberadaan Zona Subduksi Sunda yang memanjang dari barat ke timur Indonesia. Pada koordinat gempa kali ini, tepatnya 39 kilometer barat daya Tambolaka, mekanisme guncangan sangat konsisten dengan proses subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Interaksi antar-lempeng ini menciptakan patahan atau sesar utama yang sering memicu fenomena megathrust atau gempa dangkal yang memiliki energi besar namun dampaknya relatif lebih luas.

Sejarah kegempaan di segmen ini menunjukkan bahwa wilayah sekitar Sumba Timur merupakan zona seismisitas tinggi. Data seismik historis menunjukkan bahwa kawasan ini kerap mengalami gempa magnitudo 5 hingga 7 dengan interval yang tidak terprediksi secara linear. Secara ilmiah, potensi gempa susulan atau aftershock sangat besar terjadi pada 24 hingga 48 jam ke depan, meskipun frekuensi dan magnitudonya akan menurun secara bertahap. Masyarakat diharapkan tidak panik saat merasakan guncangan berulang, karena hal ini merupakan respons alami kulit bumi untuk mencapai keseimbangan tegangan seismik yang baru. Gempa ini tidak mengancam secara langsung potensi tsunami, mengingat mekanisme patahannya yang lebih bersifat vertikal dan berada pada kedalaman yang cukup untuk dissipasi energi seismik sebelum mencapai permukaan laut secara signifikan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ