Erick Thohir Sambut Presiden FIFA Gianni Infantino Jelang Final Indonesia vs Thailand
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Sehari sebelum babak final FIFA ASEAN Cup 2026, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut langsung kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino di Indonesia. Erick Thohir memamerkan momen pertemuan tersebut melalui unggahan media sosial pribadinya pada Minggu (4/10) malam, menandai kunjungan resmi nomor empat Presiden FIFA ke tanah air sejak tahun 2022.
Dalam kicauannya, Erick melontarkan sambutan hangat sekaligus menegaskan signifikansi kehadiran tokoh puncak sepak bola dunia tersebut. "Senang bisa menyambut Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Indonesia yang akan hadir pada closing ceremony sekaligus final FIFA ASEAN Cup 2026," tulisnya dengan lugas. Ia juga mengeklaim bahwa hari tersebut menjadi momen historis karena kunjungan Infantino ini merupakan yang keempat kali, menunjukkan intensitas perhatian FIFA terhadap perkembangan olahraga di Indonesia.
Selain menyambut tamu, Erick juga menggunakan momentum tersebut untuk memberikan apresiasi mendalam kepada FIFA. Ketua PSSI itu menegaskan terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan pendampingan berkelanjutan yang diberikan untuk transformasi sepak bola Indonesia. "Termasuk kepercayaan yang diberikan untuk Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional mulai dari FIFA U-17 World Cup 2023, FIFA Series 2026, hingga FIFA ASEAN Cup 2026," lanjut Erick, merujuk pada deretan prestise yang telah dan akan diselenggarakan di sini.
Bertempat di hari terakhir FIFA ASEAN Cup yang akan berlangsung pada Senin (5/10), agenda pertandingan dimulai dengan laga perebutan peringkat ketiga antara Malaysia dan Vietnam pada sore hari. Kedua tim ini harus puas menjadi runner up dari masing-masing grup mereka sebelumnya. Laga ini akan menjadi pemanas sebelum acara utama dimulai, di mana fokus seluruh pasang mata akan tertuju pada partai puncak.
Sebagai laga pemungkas, final yang mempertemukan Indonesia melawan Thailand akan digelar setelah pertandingan sore. Tim Garuda muda berhak atas tiket final setelah berhasil menempati posisi teratas di Grup A dengan performa memuaskan. Sebaliknya, Thailand melangkah ke babak final setelah merebut gelar juara di Grup B. Kehadiran Infantino pada momen penutupan dan final ini dipastikan akan menambah bobot historis bagi sepak bola nasional, sekaligus menjadi penanda bahwa Indonesia terus masuk dalam radar prioritas FIFA untuk penyelenggaraan kejuaraan level internasional.
Analisis Redaksi
Kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino di Indonesia bukan sekadar kunjungan diplomatik, melainkan sinyal kuatnya komitmen federasi global terhadap ekosistem sepak bola domestik. Fakta bahwa ini adalah kunjungan keempat sejak 2022 mengindikasikan bahwa hubungan Indonesia-FIFA telah melampaui sekadar tuan rumah pasif, berubah menjadi kemitraan strategis yang intens. Frekuensi kunjungan yang tinggi ini jarang terjadi pada negara lain, menunjukkan adanya kepercayaan tinggi terhadap kapasitas lokal dalam menjalankan standar FIFA.
Dampak dari dukungan ini terlihat jelas dalam rentetan kejuaraan internasional yang diraih Indonesia, mulai dari FIFA U-17 World Cup 2023 hingga agenda baru seperti FIFA Series dan ASEAN Cup 2026. Bagi publik, ini berarti peningkatan infrastruktur stadion dan eksposur internasional yang berkelanjutan. Namun, tantangan terbesar kini bukan pada penyelenggaraan, melainkan bagaimana mempertahankan prestasi teknis tim nasional agar sebanding dengan investasi yang terus digelontorkan FIFA.
Langkah selanjutnya secara logis adalah evaluasi pasca-kejadian. PSSI dan pemerintah perlu memastikan bahwa 'trust' yang diberikan FIFA tidak hanya berhenti pada seremonial final. Dengan final Indonesia vs Thailand sebagai penutup, performa di lapangan akan menjadi ujian nyata. Jika Indonesia mampu memberikan perlawanan keras atau kemenangan, kredibilitas posisi Indonesia sebagai pusat sepak bola Asia Tenggara akan semakin diperkokoh di mata pengambil keputusan di Zurich.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
