Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo 8, 53 Korban Masih Hanyut
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Basarnas resmi menghentikan operasi penyelaman bawah laut untuk mencari korban KM Virgo Transport 8. Keputusan ini diambil setelah kondisi jasad para korban yang hilang mengalami perubahan signifikan. Perubahan tersebut membuat pencarian di kedalaman laut dinilai tidak lagi efektif dan berisiko tinggi bagi tim SAR.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa pada hari-hari awal operasi, kondisi jasad masih memungkinkan untuk terapung ketika dievakuasi dari kapal yang tenggelam. Namun, seiring berjalannya waktu, struktur kapal dan kondisi jasad berubah drastis. "Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal," kata Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/4) malam.
Menurut Syafii, kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dieksplorasi selama tiga hari terakhir tanpa menemukan korban baru. Masih ada bagian kapal yang belum terjangkau, seperti lambung kiri, tetapi kondisinya dinilai sangat labil. "Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang," tegasnya, merujuk pada risiko keselamatan penyelam di dalam kapal yang terus mengalami kerusakan struktural.
Meski penyelaman dihentikan, Basarnas tetap melanjutkan pencarian dengan memfokuskan area di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus. Wilayah pencarian kini diperluas mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat. Basarnas juga berharap pemilik kapal segera melakukan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal untuk memudahkan evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
Hingga hari ke-22 operasi SAR pada Minggu (4/4) pukul 17.30 Wita, data resmi menunjukkan 190 orang telah ditemukan. Rinciannya adalah 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Masih tersisa 53 korban yang sedang dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8 tersebut.
Analisis Redaksi
Pergeseran strategi dari pencarian di dalam kapal ke pencarian di perairan luas menandai titik kritis dalam operasi SAR KM Virgo 8. Penghentian penyelaman bukan berarti menyerah, melainkan respon logis terhadap degradasi kondisi struktur kapal dan jasad. Risiko bagi penyelam menjadi faktor penentu utama, menunjukkan bahwa keselamatan tim SAR tetap menjadi prioritas di tengah tekanan untuk menemukan korban terakhir.
Fokus pencarian yang melebar ke tiga provinsi Kalimantan mengindikasikan bahwa arus laut telah membawa jasad ke wilayah yang lebih jauh. Ini memperumit proses identifikasi dan evakuasi. Langkah berikutnya, yakni dorongan untuk salvage atau pengangkatan kapal, menjadi krusial. Tanpa pengangkatan fisik, kemungkinan besar jasad korban yang masih terkurung di dalam lambung tidak akan dapat dievakuasi secara utuh, memaksa transisi dari pencarian aktif ke proses pascabencana yang lebih panjang dan kompleks.