Banjong Tampilkan Inherit di JWC 2026, Adaptasi Novel Tayat Asun Jadi Film Penutup
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Film Inherit karya Banjong Pisanthanakun resmi dijadwalkan tayang sebagai film penutup Jakarta World Cinema (JWC) 2026 pada 7 November, menandai perhelatan perdana proyek teranyar sutradara Shutter tersebut setelah The Medium (2021). Penayangan ini sekaligus menjadi debut layar lebar dari novel horor populer Thailand Tayat Asun terbitan 1991 yang sebelumnya telah beberapa kali diangkat menjadi serial televisi.
Acakirakus, film ini menghadirkan Davika Hoorne sebagai pemeran utama, mengisahkan runtuhnya reputasi keluarga kaya raya akibat rasuk roh kelabang kuno ke dalam silsilah darah mereka. CEO GDH 559, Jina Osothsilp, menekankan bahwa kekuatan naratif proyek ini terletak pada kedekatan unsur kultural yang dibungkus pesan relevan bagi penonton global, sebuah pendekatan yang diyakininya mampu menjembatani budaya lokal dengan tema universal tentang keluarga dan warisan.
Dari sisi distribusi, studio GDH bekerja sama dengan Barunson E&A, perusahaan Korea Selatan di balik kesuksesan Parasite, untuk memegang hak penjualan internasional di pasar Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, hingga Timur Tengah. Kolaborasi ini menegaskan ambisi produksi yang melampaui batas Asia Tenggara, mengemas horror sebagai genre dengan daya tarik komersial global yang kuat melalui jaringan distribusi kelas satu.
Banjong Pisanthanakun, sineas kawakan yang rekor box office-nya dipecahkan lewat Pee Mak, dikenal dekat dengan pasar Indonesia. Ia beberapa kali menyambangi Jakarta untuk menyaksikan adaptasi film-filmnya seperti Kang Mak dan Shutter. Kehadiran Inherit di JWC 2026 yang digelar hybrid—langsung di CGV Indonesia pada 31 Oktober–7 November dan daring via KlikFilm hingga 21 November—menjadi magnet utama festival tersebut.
JWC 2026 sendiri memboyong 207 judul film dari 69 negara, dengan Inherit dipasangkan secara tematik dengan Fjord karya Cristian Mungiu sebagai pembuka. Festival ini juga menampilkan deretan sutradara papan atas seperti Ryusuke Hamaguchi dan Asghar Farhadi di kategori Icon, serta karya sineas baru di program Discovery, menciptakan ekosistem sinema global yang padat dan kompetitif bagi penonton Indonesia.
Analisis Redaksi
Penempatan Inherit sebagai film penutup bukan kebetulan, melainkan strategi kurasi untuk menutup festival dengan karya yang memiliki bobot kultural dan teknis tinggi. Setelah The Medium yang sukses global, Banjong kembali ke akar horor Thailand dengan adaptasi novel 1991, menunjukkan konsistensi genre yang terbukti laku. Kehadiran Barunson E&A sebagai mitra distribusi internasional semakin menegaskan bahwa horor Asia kini memiliki standar produksi dan jaringan pasar yang setara dengan Hollywood.
Para penggemar sinema Indonesia perlu mewaspadai dinamika festival hybrid ini; batas antara penayangan layar lebar dan streaming menjadi semakin tipis, seperti jadwal KlikFilm yang melampaui masa tayang bioskop. Namun, bagi industri lokal, ini adalah kesempatan emas untuk mempelajari struktur naratif horor Asia yang berhasil menembus pasar Barat, sekaligus mengukur sejauh mana resonansi tema 'warisan keluarga' dengan selera penonton domestik yang kini semakin terbuka terhadap konten non-Latin berkualitas.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
