Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Anggun Tampil di Closing Ceremony Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand di SUGBK

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Anggun Tampil di Closing Ceremony Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand di SUGBK
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Sasmi memastikan diri akan tampil dalam closing ceremony final FIFA ASEAN Cup yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (5/10).
  • Penunjukan ini menjadi sorotan karena momen tersebut sekaligus menjadi penutup resmi turnamen bergengsi di kawasan Asia Tenggara itu.
  • Ia akan berbagi panggung dengan Judika dan Prince Poetiray untuk memeriahkan malam puncak sepak bola ASEAN.

Anggun C. Sasmi memastikan diri akan tampil dalam closing ceremony final FIFA ASEAN Cup yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (5/10). Penunjukan ini menjadi sorotan karena momen tersebut sekaligus menjadi penutup resmi turnamen bergengsi di kawasan Asia Tenggara itu. Ia akan berbagi panggung dengan Judika dan Prince Poetiray untuk memeriahkan malam puncak sepak bola ASEAN. Keputusan ini menegaskan komitmen penyelenggara untuk menjadikan final kali ini tidak hanya sebagai pertandingan dua negara, tetapi juga perayaan hiburan bagi para penggemar sepak bola Indonesia.

Anggun mengungkapkan antusiasmenya melalui pernyataan video yang dirilis pada Minggu (4/10). "Halo, saya Anggun. Jadi tim Garuda masuk final ASEAN Cup, yeay! Tunggu-tunggu, kita senang-senang dulu," ujar Anggun. Ia kemudian menjelaskan detail acara tersebut. "Oke, jadi ada closing ceremony. Akan ada saya tampil, ada Judika dan juga ada Prince Poetiray. Pokoknya kita akan siap tampil untuk Sang Garuda dong," sambungnya. Anggun juga secara eksplisit mengajak masyarakat untuk menyaksikan laga final sekaligus closing ceremony yang akan digelar mulai pukul 17.50 WIB. "Jadi jangan lupa nonton dan dukung Timnas jadi juara. Kita akan, bukan kita sih, mereka akan berhadapan dengan tim Thailand," ujar Anggun. "Saksikan closing ceremony dan final FIFA ASEAN Cup tanggal 5 Oktober, hari Senin besok, mulai jam 17.50 WIB," sambungnya.

Duel final antara Indonesia dan Thailand dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/10) dengan kick off pukul 20.00 WIB di SUGBK. Kedua tim datang dengan modal kemenangan di fase grup. Timnas Indonesia mengoleksi tujuh poin dari tiga laga, berkat kemenangan 2-0 atas Singapura, hasil imbang 0-0 kontra Malaysia, dan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh. Hasil ini menunjukkan konsistensi skuad asuhan pelatih Indonesia dalam menjaga gawang tidak terlalu banyak kebobolan saat menghadapi lawan yang sama kuatnya, seperti yang terlihat pada laga lawan Malaysia.

Di sisi lain, Thailand menunjukkan performa superior di Grup B. Tim Gajah Putih lebih dulu memastikan tiket final setelah mengumpulkan 6 poin sempurna dari dua pertandingan awal. Kemenangan krusial 2-0 atas Vietnam pada 29 September 2026 menjadi kunci utama langkah mereka ke final. Meskipun Thailand sempat kalah 1-2 dari Filipina di laga terakhir fase grup, posisi mereka di puncak klasemen tetap tidak terkejar oleh rival-rivalnya di grup yang sama. Kekalahan tersebut tidak mengurangi nilai statistik dominan mereka sepanjang turnamen.

Bagi publik Indonesia, kehadiran Anggun dan dua musisi lain memberikan dimensi baru pada pertandingan final yang krusial ini. Atmosfer SUGBK diprediksi akan lebih meriah karena adanya perpaduan antara euforia sepak bola dan pertunjukan musik. Bagi para suporter yang memilih menyaksikan dari rumah, jadwal mulai pukul 17.50 WIB menjadi acuan utama untuk tidak melewatkan awal dari serangkaian acara penutup ini. Antusiasme terhadap acara ini juga tercermin dari ajakan langsung Anggun yang meminta masyarakat untuk menyaksikan dan mendukung tim nasional.

Analisis Redaksi

Melibatkan bintang musik papan atas seperti Anggun, Judika, dan Prince Poetiray dalam final FIFA ASEAN Cup adalah strategi yang kaget sekaligus efektif untuk meningkatkan penonton secara massal. Ini mengubah narasi dari sekadar pertandingan olahraga menjadi sebuah event hiburan nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa penyelenggara menyadari bahwa sepak bola modern membutuhkan elemen hiburan untuk menarik lapisan demografi penonton yang lebih luas di luar basis penggemar setia bola. Kehadiran mereka menjadi magnet yang memaksa publik untuk tidak hanya menonton 90 menit pertandingan, tetapi juga merayakan kemenangan atau kekalahannya melalui ritual bersama yang menyenangkan.

Secara strategis, perbedaan gaya bermain Indonesia dan Thailand akan menjadi fokus utama analisis para pelatih di partai final. Indonesia mengandalkan soliditas pertahanan, ditunjukkan oleh hasil imbang 0-0 lawan Malaysia, sementara Thailand lebih agresif dengan rekor gol yang signifikan. Pertemuan dua filosofi bermain ini di SUGBK akan menjadi ujian teknis bagi lini belakang Indonesia dalam menghadapi tembakan-tembakan dari pemain-pemain serang Thailand. Kemampuan menjaga fokus selama 90 menit, ditambah tekanan atmosfer SUGBK yang diprediksi penuh, akan menentukan siapa yang akhirnya mengangkat trofi juara ASEAN Cup tahun ini.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ