Mario Aji Terhenti di Posisi 26 di FP2 Moto2 Jepang, Guevara Pimpin Sesi di Motegi
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Pembalap Indonesia Mario Aji gagal menembus papan tengah pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Grand Prix Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10). Hasil akhir sesi menunjukkan Aji harus puas menempati posisi ke-26, sementara pembalap asal Spanyol, Izan Guevara, menjadi yang tercepat dengan torehan 1 menit 46,950 detik. Selisih waktu yang cukup jauh, yakni 1,949 detik, membuat Aji kesulitan bersaing di grup depan pada sesi ini.
Performa Aji di sesi ini ternyata masih dalam tren menurun jika dibandingkan dengan sesi sebelumnya. Pada FP1, pembalap berusia 22 tahun tersebut sempat berada di urutan ke-22, namun posisinya melorot menjadi ke-25 saat sesi practice. Di FP2, kondisi tidak banyak membaik. Catatan waktu terbaiknya 1 menit 48,546 detik hanya mampu menempatkannya satu tingkat di atas Milan Pawelec yang menghuni posisi buncit dari total 27 starter.
Dominasi sesi FP2 Moto2 Jepang sepenuhnya digenggam oleh pembalap tim Blu Cru Pramac Yamaha Moto2. Izan Guevara memimpin klasemen sementara sesi dengan waktu 1 menit 46,950 detik. Di belakangnya, posisi dua dan tiga diisi oleh Filip Salac dan Manuel Gonzalez. Kedua pembalap ini berhasil menjaga jarak dari Aji, yang terlihat kesulitan mencari ritme terbaik di lintasan Motegi sejak awal sesi berlangsung.
Sebagai anggota Honda Team Asia, Mario Aji kini menghadapi tantangan nyata menjelang sesi kualifikasi yang akan menentukan start grid untuk balapan utama. Persaingan yang ketat di sesi-sesi sebelumnya membuat setiap pengurangan waktu bernilai emas. Aji perlu fokus penuh pada sesi kualifikasi untuk memperbaiki posisinya dan berharap cuaca serta kondisi lintasan mendukung performanya pada Minggu (4/10). Kegagalan memaksimalkan waktu di sesi latihan gratis ini menjadi perhatian utama tim mekanik sebelum menghadapi ronde kualifikasi.
Secara keseluruhan, tren negatif yang dialami Aji di Grand Prix Jepang cukup mengkhawatirkan jika melihat perbandingan antara FP1 dan FP2. Penurunan dua posisi secara berturut-turut menunjukkan adanya kendala teknis atau adaptasi jalur yang belum terselesaikan. Posisi ke-26 di FP2 bukan akhir dari segalanya, namun menjadi sinyal bahaya bahwa pembalap andalan Indonesia itu sedang dalam performa terbaiknya. Tekanan publik terhadap prestasi Aji di kancah internasional kian besar, memaksa tim dan pembalap untuk bekerja ekstra keras di balapan sesungguhnya.
Analisis Redaksi
Dari data yang ada, tren penurunan posisi Mario Aji dari ke-22 di FP1 menjadi ke-26 di FP2 mengindikasikan masalah konsistensi, bukan sekadar faktor keberuntungan. Di sirkuit Motegi yang menuntut presisi tinggi, selisih 1,949 detik dari pemimpin sesi menandakan Aji belum mampu menemukan limitasi motor atau setting yang kompetitif. Ini bukan hanya soal keberuntungan, melainkan evaluasi teknis yang mendesak.
Yang perlu diwaspadai adalah sesi kualifikasi sebagai penentu nasib. Jika Aji gagal memperbaiki waktu signifikan di sesi kualifikasi, ia berisiko start dari baris belakang yang rawan insiden di lap pertama. Keberhasilan Guevara dan Salac menunjukkan standar waktu yang harus dipatok ulang. Tanpa peningkatan drastis di sesi kualifikasi, peluang Aji untuk naik panggung podium atau bahkan sekadar finis di sepuluh besar akan sangat tipis. Strategi agresif mungkin diperlukan, namun di atas lintasan yang licin atau berdebu, risiko tinggi dapat berbalik menjadi bencana.
Secara logis, langkah selanjutnya mutlak bergantung pada performa di sesi kualifikasi. Tim Honda Team Asia harus segera mengidentifikasi apakah masalah berasal dari set-up motor atau kemampuan adaptasi Aji terhadap karakteristik unik Sirkuit Motegi. Tekanan untuk membuktikan diri di depan publik domestik maupun internasional menjadikan sesi kualifikasi ini sebagai ujian sesungguhnya. Jika gagal melewati jebakan waktu di sesi penentu, narasi kebangkitan Aji di MotoGP/Moto2 akan tergerus.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Liga Taekwondo Jakarta Seri 14 Tarik 2.300 Atlet dari Lima Provinsi

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen

MotoGP Ingatkan Konsekuensi Olahraga atas Boikot Yamaha di GP Qatar 2026
