Debut Zidane: Prancis Imbang 1-1 Lawan Italia, Upamecano Dikartu Merah
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Zinedine Zidane mengawali debutnya sebagai pelatih Prancis dengan hasil imbang 1-1 saat Les Bleus menjamu Italia di Parc des Princes, Sabtu (3/10) dini hari WIB.
Laga berjalan sengit sejak awal. Italia hampir unggul pada menit kesembilan lewat sontekan Moise Kean menyambut umpan Michael Kayode, namun Mike Maignan tampil sigap mengamankan gawangnya. Prancis membalas tekanan dengan peluang emas dari Desire Doue di menit ke-23, tetapi bola berbelok arah karena defleksi dan hanya menghantam mistar. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Gelombang serangan Prancis membuahkan hasil lewat skema tendangan bebas. Rayan Cherki menyodorkan bola pelan ke dalam kotak penalti, disambut tembakan keras Michael Olise yang membuat kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, mati langkah. Les Bleus unggul 1-0 sebelum turun minum.
Italia berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-68 memanfaatkan kesalahan fatal Lucas Da Cunha. Alessandro Bastoni mencuri bola dari Cunha, menusuk ke kotak penalti, dan menaklukkan Maignan. Upaya Italia untuk berbalik memimpin nyaris terwujud di menit ke-82 ketika sundulan Kean ditepis Maignan sebelum menerpa tiang gawang.
Drama terjadi di pengujung laga. Dayot Upamecano diganjar kartu kuning kedua di menit ke-85 akibat menahan pergerakan Kean, membuat Prancis harus bertahan dengan 10 pemain. Meskipun Italia memegang kendali penuh dalam waktu tersisa, mereka gagal menambah gol. Prancis tetap bertahan di puncak klasemen Grup A1 UEFA Nations League dengan tujuh poin, sementara Italia berada di peringkat ketiga dengan empat angka.
Kebuntuan 1-1 ini menjadi preseden penting bagi UEFA Nations League. Prancis kehilangan momentum di depan ribuan penonton tuan rumah, namun hasil tanpa kekalahan tetap menjaga posisi mereka di puncak klasemen. Sebaliknya, Italia menguji daya tahan pertahanan Prancis dalam kondisi lawan kekurangan personel.
Analisis Redaksi
Debut Zidane menunjukkan transisi kepemimpinan yang belum sepenuhnya stabil. Ketergantungan pada set-piece Olise menjadi satu-satunya pembeda, sementara lini tengah Da Cunha dan Rabiot masih terlihat rapuh dalam transisi defensif. Kesalahan fatal Cunha yang berujung gol Bastoni mengindikasikan bahwa mentalitas bertahan Les Bleus masih perlu polesan setelah pergantian pelatih.
Kartu merah Upamecano menjadi faktor krusial yang mengubah dinamika laga. France tidak hanya kehilangan satu bek, tetapi juga terpaksa melakukan penyesuaian formasi di 5 menit terakhir ketika lawan unggul jumlah pemain. Inefisiensi serangan Italia dalam fase akhir laga menunjukkan adanya masalah penyelesaian akhir yang persisten, terhitung dari beberapa peluang emas yang terbuang sia-sia.
Kedepannya, Zidane harus segera merespons masalah di lini tengah dan pertahanan. Posisi puncak klasemen memberikan jeda bernafas, namun tekanan akan meningkat jika Prancis tidak mampu meraih poin penuh di laga berikutnya. Bagi Italia, hasil imbang di Paris adalah modal, tetapi inefisiensi dalam mengubah peluang menjadi gol di menit-menit krusial masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuat Azzurri.
