Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tari Lariangi Asal Kaledupa Buka Festival Wakatobi Wave di Sulawesi Tenggara

HiburanAyu LestariAyu LestariSumber: Antara News
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Tari Lariangi Asal Kaledupa Buka Festival Wakatobi Wave di Sulawesi Tenggara
BAGIKAN:

Sejumlah penari menampilkan Tari Lariangi pada pembukaan Festival Wakatobi Wave di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat. Pertunjukan ini sekaligus menegaskan posisi tarian tersebut sebagai warisan budaya tak benda yang terus dijaga eksistensinya oleh masyarakat setempat melalui panggung-panggung festival berskala nasional maupun internasional.

Tari Lariangi sendiri merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Pulau Kaledupa, salah satu gugusan pulau utama di kawasan Kepulauan Wakatobi. Kehadiran para penari di acara pembuka memberikan warna kuat pada keseluruhan rangkaian festival. Gerak tubuh dan irama yang mereka bawakan langsung menyita perhatian pengunjung yang memadati lokasi acara sejak sore hari.

Statusnya sebagai warisan budaya tak benda bukan sekadar label administratif. Pengakuan ini menuntut tanggung jawab pelestarian yang nyata dari pemerintah daerah maupun komunitas adat. Penampilan pada Jumat lalu membuktikan bahwa pewarisan nilai-nilai seni di Kaledupa masih berjalan. Generasi penerus tetap mau mempelajari gerak tari yang sarat makna sejarah tersebut.

Festival Wakatobi Wave telah menjadi etalase utama bagi kekayaan maritim dan budaya Sulawesi Tenggara. Memasukkan Tari Lariangi ke dalam segmen pembuka adalah langkah strategis. Penyelenggara menempatkan identitas lokal sebagai daya tarik pertama yang disaksikan publik sebelum menjelajahi ragam acara lain yang tersaji sepanjang festival berlangsung.

Bagi masyarakat luas, pertunjukan semacam ini membuka ruang pemahaman baru tentang kekayaan budaya bahari Indonesia. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan bawah laut Wakatobi. Mereka kini mendapat suguhan narasi budaya yang utuh. Pelestarian kesenian tradisional lewat jalur pariwisata terbukti mampu menumbuhkan kebanggaan sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Analisis Redaksi

Penempatan Tari Lariangi asal Kaledupa sebagai sajian pembuka Festival Wakatobi Wave menunjukkan pergeseran paradigma pengelolaan wisata di Sulawesi Tenggara. Budaya tidak lagi dijadikan pelengkap atau tempelan di penghujung acara. Ia ditarik ke garis depan sebagai identitas utama. Langkah ini krusial agar narasi Wakatobi tidak melulu terjebak pada jualan terumbu karang semata.

Pengakuan sebagai warisan budaya tak benda harus dibarengi dengan skema pendanaan dan pembinaan yang berkesinambungan. Tanpa dukungan konkret, gelar prestisius itu hanya akan berhenti di atas kertas sertifikat. Pemerintah daerah perlu memastikan para penari dan empu tari di Kaledupa mendapatkan jaminan sosial serta ruang latihan yang memadai agar regenerasi tidak terputus di tengah jalan.

Ke depan, festival sejenis perlu memperluas jangkauan dokumentasi dan riset terhadap filosofi gerak Tari Lariangi. Publik berhak tahu cerita apa yang sebenarnya dituturkan oleh para penari tersebut. Integrasi antara pertunjukan visual dan kedalaman narasi sejarah akan membuat posisi tawar budaya Wakatobi jauh lebih kuat di mata dunia.

Meow! Tanya Nesi!
😸