Sertijab Kapolri Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini, Rangkaian Tradisi Dimulai Pukul 14.00 WIB
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Prosesi serah terima jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto dipastikan berlangsung hari ini, Jumat (2/10), dengan rangkaian upacara tradisi yang dimulai pukul 14.00 WIB di Lapangan Bhayangkara. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa agenda sore ini menjadi penutup resmi masa bakti kepemimpinan lama sekaligus awal tugas kapolri baru yang telah dilantik kemarin.
Rangkaian acara diawali dengan upacara tradisi penyerahan panji-panji Polri dan farewell parade sebagai simbol kehormatan perpindahan komando tertinggi di tubuh kepolisian. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan manifestasi nilai-nilai korps bhayangkara yang menjaga kontinuitas institusi di tengah pergantian personel.
Setelah prosesi lapangan selesai, agenda berlanjut pada pukul 15.00 WIB dengan acara pengantaran tugas bagi Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jenderal Dedi Prasetyo yang juga mengakhiri jabatannya sebagai Wakapolri. Momen pengantaran ini menandai perpisahan formal kedua jenderal dari struktur komando aktif Polri sebelum memasuki fase purna tugas atau penugasan baru.
Puncak perpisahan dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB melalui acara tradisi pelepasan khusus untuk Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Jenderal Dedi Prasetyo. Seluruh rangkaian kegiatan pada Jumat sore ini dirancang untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada pejabat lama yang telah memimpin organisasi selama beberapa tahun terakhir.
Sehari sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah resmi melantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/TK/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. Dalam kesempatan sama, presiden juga melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Dedi Prasetyo yang kini ditunjuk sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninggalkan jabatan yang telah diembannya sejak 27 Januari 2021 saat pertama kali dilantik oleh Presiden ketujuh RI Joko Widodo. Sementara itu, Wakapolri baru Komjen Wahyu Hadiningrat sebelumnya menjabat Asisten Utama Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Kapolri, sebuah posisi strategis yang memungkinkannya memahami peta anggaran dan perencanaan institusi secara mendalam.
Analisis Redaksi
Pergantian Kapolri dan Wakapolri dalam satu paket keputusan presiden menunjukkan upaya istana untuk memastikan keselarasan visi antara dua jabatan puncak di Polri, terutama karena keduanya berasal dari latar belakang perencanaan yang kuat. Penunjukan Komjen Wahyu Hadiningrat yang berpengalaman di bidang anggaran mengindikasikan bahwa reformasi tata kelola sumber daya akan menjadi prioritas pendamping bagi kepemimpinan Kapolri baru dalam jangka pendek.
Masa transisi kepemimpinan Polri selalu membawa risiko gangguan operasional jika tidak dikelola dengan disiplin tinggi, namun rangkaian tradisi sertijab yang terstruktur hari ini berfungsi sebagai mekanisme stabilisasi internal. Publik perlu memantau apakah sinergi antara Kapolri dan Wakapolri baru mampu menerjemahkan arahan presiden menjadi kinerja penegakan hukum yang terukur, bukan sekadar perubahan figur di tingkat elit.
Langkah logis selanjutnya adalah menunggu kebijakan prioritas yang akan disampaikan Jenderal Suyudi Ario Seto dalam 100 hari pertama kepemimpinannya sebagai indikator arah kebijakan keamanan nasional. Keberhasilan transisi ini tidak boleh hanya diukur dari kelancaran seremonial sore ini, melainkan dari kemampuan pimpinan baru menjaga netralitas institusi dan kepercayaan publik di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak.
