Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Romeny Catat 4 Assist, Indonesia Kalahkan Bangladesh 9-2 dan Lolos ke Final ASEAN Cup

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Romeny Catat 4 Assist, Indonesia Kalahkan Bangladesh 9-2 dan Lolos ke Final ASEAN Cup
BAGIKAN:

Ole Romeny mendefinisikan kemenangan 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai pertandingan paling gila dalam kariernya. Pemain beranda Fortuna Sittard ini tidak hanya mencatatkan empat assist, tetapi juga merasakan dramatisasi ekstrem dalam laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada Kamis (1/10). Tim Garuda memastikan diri melaju ke babak final setelah mengakhiri dominasi Bengal Tigers dengan selisih gol yang sangat telak.

Dalam pertandingan tersebut, atmosfer di SUGBK berubah menjadi panggung penuh emosi. Romeny mengisahkan momen ketika setiap gol yang dicetak tim nasional memicu respons spontan dari bangku cadangan. "Setiap kali kami mencetak gol, saya melihat ke arah bangku cadangan, dan mereka berteriak, 'Satu lagi!'," kata Romeny. Euforia ini diperburuk oleh tensi tinggi di lapangan, termasuk insiden pelanggaran kasar yang membuat Romeny tersinggung setelah salah satu pemain lawan menendangnya dan mencetak gol pembunuh pertahanan mereka.

Kemenangan besar ini bukan sekadar soal skor akhir. Secara strategis, hasil ini memastikan Indonesia unggul dalam produktivitas gol dibandingkan Malaysia, yang pada waktu bersamaan mengalahkan Singapura dengan skor 6-0. Kedua tim sama-sama lolos, namun Garuda memiliki selisih yang jauh lebih dominan untuk menjadi pemuncak klasemen atau setidaknya lolos sebagai runner-up terbaik. Romeny menyadari bahwa performa individualnya yang brilian hari itu menjadi katalisator bagi semangat kolektif skuad di bawah komando pelatih John Herdman.

Romeny menegaskan bahwa tugas tim belum selesai meskipun sudah dipastikan melaju ke final. "Sangat luar biasa dan saya begitu bahagia kami bisa lolos ke babak final. Namun, tugas kami belum selesai. Sekarang kami harus benar-benar bangkit dan menuntaskannya," tegasnya. Ia mengingatkan rekan setimnya agar tidak tenggelam dalam euforia dini, karena laga penentuan masih menanti dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan siapa yang akan mengangkat trofi.

Peta jalan menuju final sudah tergambar jelas. Timnas Indonesia dijadwalkan akan berjumpa dengan Thailand, yang berhasil finis di posisi teratas Grup B. Laga puncak ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/10) di SUGBK, Jakarta. Pertemuan antara Romeny dan rekan satu timnya melawan kekuatan bola Asia Tenggara yang telah lama mendominasi regional, menjadi tantangan terberat bagi skuad Herdman untuk membuktikan bahwa status juara bukan hanya soal lolos, tetapi soal konsistensi di puncak.

Analisis Redaksi

Skor 9-2 mengisyaratkan adanya disparitas kualitas teknis dan fisik yang signifikan antara kedua tim. Namun, dalam konteks kompetisi regional seperti ASEAN Cup, konsistensi performa di menit-menit akhir, seperti yang ditunjukkan Romeny, menjadi penentu kunci. Fakta bahwa Romeny memberikan empat assist menunjukkan bahwa lini serang Indonesia tidak bergantung pada satu nama saja, melainkan memiliki jaringan umpan yang saling terhubung. Ini adalah indikator positif bahwa tim memiliki kedalaman skuad yang baik.

Langkah berikutnya menuju final menghadapi Thailand akan menjadi ujian nyata. Thailand merupakan tim dengan tradisi sepak bola yang lebih kuat dan pengalaman di level Asia yang jauh lebih luas. Keberhasilan Indonesia melaju ke final berkat produktivitas gol yang tinggi atas Malaysia dan Bangladesh adalah modal psikologis yang besar. Namun, manajemen kebugaran pemain, terutama bagi mereka yang tampil sejak menit awal melawan Bangladesh, akan menjadi faktor determinan. Herdman harus segera melakukan rotasi atau penajaman taktik khusus untuk mengekang daya dobrak lini tengah Thailand.

Dari perspektif publikasi, narasi 'pertandingan paling gila' yang dikemas oleh Romeny efektif membangun antusiasme basis fan. Hal ini penting mengingat final yang dijadwalkan lima hari setelah laga grup memberikan waktu jeda yang cukup untuk pemulihan, sekaligus memanasnya atmosfer persaingan. Jika Indonesia mampu mengulangi efisiensi ofensif saat melawan Bangladesh, peluang merebut gelar juara terbuka lebar, mengingat Thailand meski kuat, kerap mengalami inkonsistensi di laga-laga kunci ketika menghadapi tekanan atmosfer penonton tuan rumah yang sangat besar.

Meow! Tanya Nesi!
😸