Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lima Kesalahan Dekorasi Ini Bikin Rumah Berisi Furnitur Mahal Tetap Terlihat Kurang Rapi

HiburanNadia PutriNadia PutriSumber: Antara News
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Lima Kesalahan Dekorasi Ini Bikin Rumah Berisi Furnitur Mahal Tetap Terlihat Kurang Rapi
BAGIKAN:

Rumah yang dipenuhi furnitur dan aneka barang dekorasi berharga mahal belum tentu terlihat rapi dan nyaman dipandang mata. Kelima kesalahan tata ruang ini justru sering menjadi penyebab utama hunian tampak berantakan meski pemiliknya sudah menggelontorkan dana besar untuk mempercantik setiap sudut ruangan.

Banyak orang terjebak pada asumsi keliru bahwa semakin banyak perabot, semakin mewah tampilan rumah. Kenyataannya, penumpukan barang tanpa perhitungan proporsi hanya menciptakan kesan sempit dan sumpek. Kesalahan pertama yang paling kerap diabaikan adalah pemilihan ukuran furnitur yang tidak sebanding dengan luas lantai. Sofa terlalu besar di ruang tamu mungil langsung membunuh sirkulasi visual.

Kesalahan kedua menyangkut pencahayaan yang asal pasang. Lampu tunggal bertengger di tengah langit-langit tidak cukup menerangi seluruh area secara merata. Penataan cahaya membutuhkan lapisan berbeda untuk fungsi membaca, suasana santai, dan aksen estetis. Tanpa strategi ini, ruangan akan terasa datar dan kehilangan karakter arsitekturnya.

Memaksakan terlalu banyak tema warna masuk dalam daftar kesalahan ketiga. Percampuran motif dan palet tanpa benang merah membuat mata pengunjung gagal menemukan titik fokus. Alih-alih tampil eklektik, dinding dan perabot saling berebut perhatian hingga menguras energi siapa saja yang berada di dalamnya.

Kesalahan keempat berkaitan erat dengan kebiasaan menaruh barang-barang kecil secara acak di atas meja atau rak terbuka. Koleksi suvenir, buku, dan pajangan yang diletakkan tanpa pola tertentu berubah menjadi tumpukan pengganggu pemandangan. Ruang kosong atau negative space justru diabaikan padahal elemen itu krusial untuk memberikan napas pada sebuah ruangan.

Dampak dari kelima kesalahan tersebut sangat terasa bagi penghuni sehari-hari. Rumah yang seharusnya menjadi tempat melepas penat berubah menjadi sumber stres visual. Pengeluaran besar untuk membeli perabot mahal akhirnya sia-sia karena eksekusi dekorasi yang buruk meruntuhkan nilai estetika sekaligus kenyamanan psikologis seluruh anggota keluarga.

Analisis Redaksi

Fenomena ini menunjukkan celah besar antara kemampuan finansial masyarakat dalam membeli perabot dan literasi mereka tentang prinsip dasar tata ruang. Membeli barang mahal jauh lebih mudah daripada memahami cara meletakkannya secara presisi. Industri furnitur sering kali menjual mimpi gaya hidup tanpa menyertakan edukasi desain yang memadai kepada konsumen awam.

Yang perlu diwaspadai adalah tren media sosial yang terus mendorong budaya konsumsi dekoratif impulsif. Algoritma platform visual kerap menampilkan ruangan penuh ornamen sebagai standar keindahan. Padahal, tanpa pemahaman soal skala, proporsi, dan pencahayaan, meniru gaya tersebut hanya akan memperparah kekacauan visual di rumah berukuran terbatas khas perkotaan Indonesia.

Langkah logis selanjutnya menuntut perubahan pendekatan dari sekadar belanja menjadi perencanaan matang. Pemilik rumah sebaiknya memetakan kebutuhan fungsional sebelum menyentuh dompet. Mengurangi jumlah barang dan memberi ruang bernapas pada setiap sudut terbukti jauh lebih efektif menciptakan hunian rapi ketimbang terus menambah koleksi pajangan baru.

BERITA TERKAIT (Hiburan)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ