DreamWorks Hadirkan Mitos Filipina di Layar Lebar Lewat Film Forgotten Island
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Dua sahabat perempuan, Jo dan Raissa, terjebak di pulau fiksi bernama Nakali dalam film animasi komedi fantasi Forgotten Island yang mulai diputar di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2026. Cerita berpusat pada momen perpisahan mereka sebelum Raissa berangkat kerja ke Amerika Serikat, di mana kegelisahan itu diakhiri dengan pesta di tepi pantai. Di sana, sebuah portal misterius terbuka tanpa sengaja, menyeret keduanya ke dunia yang selama ini hanya hidup dalam cerita mitologi masyarakat Filipina yang mereka warisi dari keluarga.
Nakali bukanlah pulau biasa. Wilayah itu dihuni makhluk ajaib dan legenda yang hidup dalam narasi turun-temurun. Namun, keindahan visual itu menyimpan ancaman serius. Ada sosok demon yang secara perlahan menyantap kenangan para penghuni terjebak. Jo dan Raissa kini harus berlomba dengan waktu untuk menemukan jalan pulang. Harga yang harus dibayar untuk kembali sangat mahal dan tidak terduga: mereka kehilangan ingatan tentang persahabatan mereka sendiri sejak kecil hingga lulus kuliah bersama.
Dalam misi kritis tersebut, keduanya mendapat pendampingan dari Raww, seekor weredog yang terkenal kikuk namun bertekad baik. Bersama sejumlah karakter unik lain, Jo dan Raissa mencoba memetakan keluar dari perangkap tersebut. Jika mereka gagal, ikatan persahabatan yang dibangun selama dua dekade akan hapus total dari memori mereka. Konflik emosional ini menjadi inti narasi yang membedakan film ini dari standar petualangan anak-anak pada umumnya.
Proyek ini dikerjakan oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo kreatif yang dikenal lewat Puss in Boots: The Last Wish. Crawford dan Mercado menggarap skenario dan penyutradaraan sebagai proyek personal. Bagi mereka, film ini adalah perayaan budaya Filipina serta bentuk penghormatan kepada persahabatan, keluarga, dan figur perempuan penting dalam hidup mereka. Keduanya telah bekerja sama selama hampir dua dekade dan kini menghidupkan warisan budaya itu ke layar lebar global.
Film beranggaran US$80 juta ini diumumkan resmi oleh DreamWorks Animation pada April 2025. Proses produksi berjalan cepat; pemeran utama diumumkan Oktober 2025 dan daftar lengkap dikonfirmasi Maret 2026. Film dengan rating REMAJA 13+ ini didengar suaranya oleh H.E.R., Liza Soberano, dan Dave Franco, dibantu deretan nama besar seperti Jenny Slate, Manny Jacinto, Dolly de Leon, Jo Koy, Ronny Chieng, Kevin McCann, dan Lea Salonga. Tayangan perdana di CinemaCon 2026 dan Annecy International Animation Film Festival 2026 mendapat ulasan positif, khususnya soal representasi budaya dan visual.
Analisis Redaksi
Pemilihan 2 Oktober 2026 sebagai jadwal tayang Indonesia menempatkan film ini di persaingan ketat musim rilis akhir tahun. Strategi penjadwalan agresif DreamWorks ini mengindikasikan keyakinan manajemen bahwa elemen fantasi berbasis mitologi lokal masih punya pasar besar, bukan hanya untuk audiens diaspora Filipina. Kehadiran Lea Salonga memperkuat tautan emosional terhadap basis penggemar budaya Teytey/Filipina di pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.
Secara naratif, film ini mengambil risiko besar dengan menjadikan 'kehilangan memori' sebagai antagonist utama, bukan monster fisik biasa. Ini merefleksikan tren animasi dewasa muda yang mencari kedalaman psikologis. Jika strategi pemasaran tidak fokus pada aspek *heartwarming* dan visualitas eksotis Nakali, film ini bisa tersesak di antara judul aksi blockbuster. Namun, dengan ulasan awal yang solid di festival, prospeknya cerah untuk menjadi salah satu film animasi yang dibicarakan luas di Asia pada kuartal keempat 2026.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
