Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Macklemore Ludeskan Tiket Konser Bela Palestina di Eropa, Respons Massal Pasca Pencoretan dari Tur Sheeran

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Macklemore Ludeskan Tiket Konser Bela Palestina di Eropa, Respons Massal Pasca Pencoretan dari Tur Sheeran
BAGIKAN:

Protes musik berubah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata ketika seluruh tiket konser Macklemore and Friends: Free Palestine Tour di Dublin, Paris, dan London ludes terjual dalam waktu kurang dari seminggu. Pencapaian ini menegaskan bahwa solidaritas seniman terhadap Palestina tetap memiliki daya tarik komersial tinggi, bahkan di tengah gejolak politik yang memicu konflik di industri hiburan global.

Mark Ronson, atau yang dikenal sebagai Macklemore, mengumumkan kelengkingan ini melalui akun Instagram-nya, menyatakan kagum atas respons cepat para penggemar. "Tiket ketiga pertunjukan tersebut langsung habis terjual," ujarnya, merujuk pada sesi penjualan presale yang dibuka pada Senin (28/9) dan penjualan umum pada Rabu (30/9). "Sejujurnya, saya sangat takjub," tambahnya, menyoroti betapa antusiasnya audiens yang bersedia membayar mahal demi mendukung pesan politik melalui panggung musik.

Langkah ini merupakan tindak langsung setelah Macklemore mengalami pembatalan kontrak dari The Loop Tour milik Ed Sheeran di Amerika Serikat pada awal September 2026. Pencoretannya terjadi setelah ia menyerukan dukungan bagi Palestina di panggung MetLife Stadium, sebuah tindakan yang dianggap mengganggu oleh manajemen dan para sponsor. Tekanan tersebut semakin besar ketika Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium, mengancam melarang Sheeran menggelar konser jika Macklemore tidak dihilangkan dari daftar penampil.

Bukannya meredam, insiden ini justru memicu gelombang solidaritas luas di kalangan musisi. Seluruh pembuka tur Ed Sheeran, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, memilih mengundurkan diri secara serentak. Macklemore sendiri merespons dengan menyumbangkan US$1 juta atau setara Rp17,73 miliar, yang merupakan total hasil dari penampilannya sebagai opening act, ke organisasi kemanusiaan Palestina. Aksi kolektif ini mengubah narasi dari sekadar sengketa kontrak menjadi gerakan etika di industri musik.

Konser perdana dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober di ibu kota Irlandia, diikuti oleh acara di Paris dan London. Seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke organisasi-organisasi yang mendukung rakyat dan gerakan Palestina. "Saat pihak penguasa berupaya membungkam seruan kita demi pembebasan, seni akan senantiasa menjadi bentuk perlawanan," tegas Macklemore, menyoroti peran panggung sebagai ruang aman untuk ekspresi politik yang kini semakin terbatas di ruang publik konvensional.

Analisis Redaksi

Peristiwa ini menandai pergeseran penting dalam mekanisme kontrol di industri hiburan, di mana tekanan finansial dan ancaman dari pemegang modal besar (seperti Robert Kraft) bertemu dengan resistensi kolektif seniman. Kelengkingan tiket dalam waktu singkat membuktikan bahwa basis penggemar musik pop-rock arus utama di Eropa masih memiliki sensitivitas politik tinggi dan bersedia mengalihkan loyalitas mereka dari label atau tur resmi ke inisiatif independen yang memiliki nilai moral jelas.

Dampak jangka panjang dari gerakan ini bukan hanya terletak pada penggalangan dana, melainkan pada preseden bahwa panggung musik dapat menjadi arena pembuktian solidaritas yang lebih efektif daripada pernyataan publik semata. Jika tren ini berlanjut, label dan tur besar harus mempertimbangkan risiko reputasi yang signifikan ketika mengintimidasi seniman atas pandangan politik mereka. Kemungkinan langkah selanjutnya adalah meningkatnya inisiatif konser serupa di negara-negara lain, mengubah solidaritas Palestina dari isu niaga menjadi agenda utama di industri hiburan global.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ