Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Danantara Akan Pegang 5-10% Saham BEI, Rosan: Porsi 30-40% Itu Total Multi-Pihak

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Danantara Akan Pegang 5-10% Saham BEI, Rosan: Porsi 30-40% Itu Total Multi-Pihak
BAGIKAN:

ROSAN PERKASA ROESLAN menegaskan kepemilikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya berkisar 5-10 persen, bukan mengambil porsi mayoritas yang ramai diberitakan.

CEO BPI Danantara itu menyampaikan klarifikasi tersebut saat keluar dari Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9). Ia masih menunggu penetapan resmi terkait struktur baru pasca terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek.

"Kita sedang bicarakan, tapi mungkin antara 5-10 persen," ujar Rosan singkat. Ia menekankan bahwa angka 30-40 persen yang tercantum dalam skema demutualisasi BEI tersebut merupakan akumulasi dari berbagai pihak, termasuk perwakilan kementerian terkait dan Danantara, bukan milik entitas tunggal.

Transformasi struktur kepengurusan bursa dari kepemilikan anggota menjadi model yang lebih terbuka ini bertujuan untuk modernisasi pasar modal. OJK sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan ini membuka ruang bagi kemitraan strategis dengan lembaga bursa global untuk memperkuat kapasitas industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyebut ada mekanisme khusus bagi institusi negara tertentu. Pihak yang memenuhi kriteria sebagai mitra strategis dapat diberikan dispensasi untuk memiliki saham di atas batas normal, dengan persetujuan langsung dari otoritas pasar.

"Secara kaidah nanti tentu, sama seperti yang lain, akan ada satu angka pembatasan kepemilikan. Tapi jangan lupa, kita juga membuka kemungkinan pihak-pihak tertentu yang memiliki kriteria yang memenuhi persyaratan sebagai mitra strategis, tentu termasuk representasi dari lembaga negara untuk dapat memiliki kepemilikan saham melebihi angka batasan tersebut," papar Hasan Fawzi beberapa bulan lalu.

Analisis Redaksi

Pengakuan Rosan Roeslan ini penting untuk menyelaraskan ekspektasi pasar. Klaim kepemilikan mayoritas sering kali memicu kekhawatiran independensi bursa. Dengan menegaskan porsi Danantara di kisaran 5-10 persen, pemerintah menunjukkan komitment menjaga keseimbangan tata kelola, meski tetap memberikan ruang bagi negara dalam struktur strategis.

Narasi "30-40 persen total" mengindikasikan model konsorsium kepemilikan di mana peran regulator dan eksekutif terpisah. Hal ini mengurangi risiko konflik kepentingan yang akut, sekaligus memfasilitasi masuknya modal asing strategis yang disyaratkan dalam modernisasi bursa sesuai POJK.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸