Persada Indonesia Raih Transaksi Terbaik Islamic Travel Connect Surabaya, Capai Miliaran

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Sumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Persada Indonesia Raih Transaksi Terbaik Islamic Travel Connect Surabaya, Capai Miliaran
BAGIKAN:

Triad agen perjalanan Persada Indonesia, Mahyaa Tour & Travel, dan Allia Tour & Travel resmi menyabet penghargaan transaksi terbaik atau best transaction dalam pameran Islamic Travel Connect Surabaya. Ketiga perusahaan ini mencatatkan nilai transaksi yang menembus miliaran rupiah selama empat hari penyelenggaraan acara yang berlangsung dari 27 hingga 29 September 2026.

Persada Indonesia keluar sebagai juara pertama dengan mencatatkan angka tertinggi. Posisi kedua diisi oleh Mahyaa Tour & Travel, sementara Allia Tour & Travel melengkapi daftar tiga besar tersebut. Ovi Evela Krismala, Sales Eksekutif Persada Indonesia, menuturkan bahwa pencapaian ini di luar perkiraan timnya. "Bener-bener nggak menyangka kalau ini Alhamdulillah dapat juara pertama ya best transaction, Ahamdulillah sekali," ujarnya.

Qowaid Al Farodis, Supervisor Mahyaa Tour & Travel, menekankan kebanggaannya mampu memfasilitasi ratusan jemaah menuju Baitullah melalui pameran ini. "Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Allah, di pameran ini kita bisa mengantarkan banyak ratusan jemaah menuju Baitulmah," kata Al Farodis. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim internalnya yang tetap menunjukkan semangat tinggi sepanjang acara.

Zheva Zakaria Okbah dari tim Customer Relation Management Allia Tour & Travel menyatakan bahwa posisi ketiga merupakan kehormatan tersendiri bagi perusahaannya. Ia menyampaikan rasa syukur mendalam atas kesempatan menutup target penjualan atau closing saat pameran tersebut. "Kami tentunya sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan kepada kami kesempatan ini, ya, untuk mengumpulkan atau untuk closing kita, ya," tegas Zheva. Ia turut berterima kasih kepada para calon jemaah yang mempercayakan perjalanan ibadah mereka kepada Allia Tour.

Acara ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan menjadi platform strategis bagi ekosistem penyelenggara ibadah haji dan umrah. Selain promosi, Islamic Travel Connect menyediakan ragam aktivitas edukatif seperti sesi kajian bersama Ustaz Misbahul Huda dan Ustaz Heru Kusumahadi, serta gelar wicara bersama berbagai biro perjalanan ternama. Fasilitas ini dirancang untuk membantu calon jemaah mempersiapkan fisik dan mental mereka sebelum berangkat.

Insentif finansial dari penyelenggara turut menjadi pendorong lonjakan transaksi ini. CIMB Niaga Syariah memberikan potongan harga Rp3 juta untuk pendaftaran porsi haji khusus dan diskon Rp2 juta untuk pembiayaan umrah. Selain itu, pengunjung yang bertransaksi menggunakan kartu CIMB Niaga Syariah berhak atas potongan tambahan hingga Rp4 juta. Skema ini terbukti efektif menarik minat pengunjung untuk committing lebih awal.

Pameran ini juga menyajikan hiburan berkualitas tinggi untuk memanjakan pengunjung dari pagi hingga malam hari. Panggung utama ramai oleh penampilan Alazka Choir dan SD Al Azhar Kelapa Gading Surabaya, serta sajian seni kopi atau latte art. Kehadiran Gendis Band melengkapi suasana kekeluargaan yang kental, menjadikan acara ini sebagai destinasi yang tidak hanya komersial tetapi juga menghibur.

Analisis Redaksi

Lonjakan transaksi miliaran rupiah di Islamic Travel Connect mengindikasikan pemulihan kuat minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah pasca-pandemi. Perolehan tiga besar agen menunjukkan bahwa konsumen kini lebih percaya pada brand yang sudah mapan dan tersertifikasi. Kepercayaan ini bukan datang begitu saja; ia dibangun melalui transparansi layanan dan jaminan kepastian keberangkatan yang selama ini sering menjadi titik lemah industri travel ibadah.

Integrasi perbankan syariah melalui potongan harga agresif menunjukkan sinergi sektor keuangan dan wisata religi yang efektif. Diskon hingga jutaan rupiah per transaksi tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga mengubah pola pikir calon jemaah dari "menunggu" menjadi "mengambil kesempatan". Strategi ini berpotensi mengubah pasar ibadah menjadi lebih dinamis dan kompetitif, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen melalui efisiensi biaya total perjalanan.

Persaingan antar-agen akan semakin ketat seiring meningkatnya literasi finansial jemaah. Mereka kini tidak lagi membeli buta, melainkan membandingkan nilai tambah dan kemudahan akses pembiayaan. Bagi para pelaku industri, menjaga kualitas layanan dan kredibilitas menjadi prioritas mutlak agar tidak tergeser oleh kompetitor yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar modern. Masa depan industri ini ada pada digitalisasi layanan dan keterpaduan ekosistem ibadah yang lebih terstruktur.

Meow! Tanya Nesi!
😸