Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Perairan Filipina Selatan, Potensi Terasa di Wilayah Indonesia Sekitar

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Perairan Filipina Selatan, Potensi Terasa di Wilayah Indonesia Sekitar
BAGIKAN:

Sebuah gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 4.9 mengguncang wilayah perairan selatan Filipina pada Senin (28/9/2026) pukul 18:01:39 WIB. Pusat gempa (episenter) tercatat berada di koordinat 124 kilometer arah tenggara dari Pondaguitan, Filipina. Berdasarkan data geofisik, kedalaman hiposenter gempa tersebut relatif dangkal, yang mengindikasikan aktivitas tektonik permukaan di jalur subduksi lempeng mariana-philippine.

Kepala Staf Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam rilis resmi menyatakan bahwa gempa berkekuatan tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Namun, mengingat kedekatan jarak dengan perairan Indonesia bagian timur, getaran ringan hingga sedang dapat dirasakan oleh warga di wilayah tertentu yang berada di sekitar pusat gempa, khususnya di wilayah perbatasan laut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG guna menghindari penyebaran berita hoaks atau kepanikan tidak perlu.

Analisis Pakar Geofisika

Dari perspektif tektonik regional, wilayah tenggara Filipina berada di zona pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Filipina, dan Lempeng Pasifik. Gempa dengan magnitudo 4.9 biasanya berasosiasi dengan aktivitas patahan naik (thrust fault) atau patahan turun (normal fault) lokal yang menandai batas lempeng mikro atau zona remanan (remnant) dari subduksi. Sejarah kegempaan di sektor ini menunjukkan frekuensi kejadian gempa menengah (3.5-6.0) yang tinggi namun jarang berkembang menjadi megathrust skala besar. Potensi tsunami dari gempa sekuat 4.9 dapat diabaikan secara hidrologis, karena volume material yang tergeser tidak cukup untuk mengubah energi seismik menjadi kolom air. Untuk gempa susulan, model seismik pasca-kejadian mengindikasikan adanya redistribusi tegangan pada segmen patahan yang patah, sehingga probabilitas kejadian kecil berkekuatan 3.0-4.0 masih ada dalam 72 jam ke depan sebagai mekanisme relaksasi tegangan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ