Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Fajar/Fikri Tersingkir, All Indonesian Final Ganda Putra Asian Games Gagal Terwujud

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Fajar/Fikri Tersingkir, All Indonesian Final Ganda Putra Asian Games Gagal Terwujud
BAGIKAN:

Impian final antara dua pasangan Indonesia di sektor ganda putra badminton Asian Games 2026 harus berhenti di babak semifinal. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor akhir 17-21, 21-14, 9-21 di Ichinomiya Municipal Gymnasium, Aichi, pada Senin (28/9) siang WIB. Kekalahan ini otomatis menggugurkan harapan terciptanya laga pamungkas yang seluruhnya dimainkan oleh wakil Merah Putih.

Pertandingan berlangsung sengit sejak gim pembuka. Skor imbang 4-4 dan 8-8 sempat tercipta sebelum Liang/Wang mengambil alih kendali dengan merebut tiga poin beruntun. Unggul 11-8 saat interval, Liang/Wang semakin percaya diri. Meski Fajar/Fikri sempat memperkecil kedudukan menjadi 10-12, jarak kembali melebar menjadi lima poin. Fajar/Fikri tertinggal 12-17. Liang/Wang bahkan sempat unggul tujuh poin dengan skor 20-13. Empat poin beruntun dari Fajar/Fikri mengubah skor menjadi 17-20, tetapi satu poin penutup dari Liang/Wang memastikan gim pertama berakhir 21-17.

Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri tampil lebih agresif. Mereka unggul cepat 5-1 dan menjaga jarak hingga skor 8-4. Liang/Wang sempat mengejar ketertinggalan menjadi 7-9, tetapi Fajar/Fikri berhasil menutup interval dengan keunggulan 11-7. Momentum berubah drastis setelah interval. Liang/Wang merebut tiga poin beruntun untuk menyamakan skor menjadi 11-11, yang berlanjut menjadi 13-13. Fajar/Fikri kemudian menunjukkan determinasi tinggi dengan merebut delapan poin beruntun untuk mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-13.

Nasib berbeda terjadi di gim penentu. Fajar/Fikri langsung tertinggal 3-6 di awal gim. Keterpurukan semakin dalam ketika Liang/Wang unggul 11-4 saat interval. Jarak poin semakin melebar menjadi 6-15 mendekati akhir gim. Tanpa daya, Fajar/Fikri harus menyerah 9-21. Kekalahan tiga gim ini memastikan Liang/Wang melaju ke final, sementara pasangan Indonesia lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, masih berpeluang tampil di laga puncak jika berhasil melewati semifinal mereka.

Hasil ini memutus tradisi panjang final beregu atau perorangan yang sering kali menampilkan dominasi Indonesia di sektor ganda putra. Di Asian Games 2026, dinamika persaingan Asia tampak lebih merata. Tekanan performa di fase penentuan kembali menjadi ujian berat bagi pasangan junior ini, di mana konsistensi di gim ketiga sering kali menjadi pembeda antara lanjut atau gugur. Kekalahan ini bukan hanya soal skor, tetapi soal ketahanan mental saat menghadapi pasangan Tiongkok yang mampu bangkit dari situasi tertinggal di gim pertama.

Analisis Redaksi

Kekalahan Fajar/Fikri menyoroti kerentanan tim Indonesia di fase knock-out ketika menghadapi tekanan dari lawan yang mampu membalikkan momentum. Transisi dari keunggulan di gim kedua menjadi kebingungan total di gim ketiga menunjukkan masih perlu diasah ketahanan mental dan variasi strategi saat skor tidak berjalan sesuai rencana. Bagi Liang/Wang, kemenangan ini mengukuhkan mereka sebagai favorit kuat di final.

Dari sudut pandang strategis, kegagalan All Indonesian Final bukan berarti akhir dari harapan. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tetap menjadi tumpuan untuk memuncaki klasemen. Jika Leo/Daniel berhasil melaju, final akan menjadi panggung penentu gelar. Publik perlu tetap memberikan ruang bagi evaluasi. Kekalahan di semifinal adalah data berharga untuk memperkuat kedalaman skuat ganda putra Indonesia menuju Olimpiade 2028.

Meow! Tanya Nesi!
😸