Endgame Encore Tembus Rp1,5 T, Pemanasan Jitu untuk Doomsday
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Avengers: Endgame Encore langsung melesat di puncak box office Amerika Utara pada pekan pertama perilisannya, 25 September 2026. Film ini meraup US$26 juta atau setara Rp467,7 miliar (US$1=Rp17.990) di pasar domestik. Angka itu menjadikan versi perpanjangan film 2019 tersebut sebagai jawara mingguan.
Dominasi global bahkan lebih mencolok. Data Box Office Mojo yang diakses Senin (28/9) mencatat pendapatan internasional mencapai US$60 juta. Totalnya, Endgame Encore mengumpulkan US$86 juta atau Rp1,5 triliun secara global. Menurut Variety pada Minggu (27/9), performa ini luar biasa mengingat film tersebut sudah lama tersedia secara daring.Di antara kompetitor, film ini mengubur lawan-lawan barunya. Heart of the Beast besutan Brad Pitt hanya mengantongi US$20 juta dan puas di posisi tiga. Robert Pattinson lewat Primetime duduk di urutan empat dengan US$19,1 juta. Di posisi lima ada animasi Forgotten Island (US$12,8 juta). Resident Evil, jawara pekan lalu, turun ke posisi dua dengan US$23,3 juta di pekan keduanya. Secara domestik, Resident Evil sudah mengumpulkan US$103,4 juta.
Di Indonesia, Endgame Encore resmi tayang pada 23 September 2026. Versi ini bukan remake atau editan besar, melainkan penayangan ulang Endgame (2019) dengan empat adegan tambahan di akhir. Adegan-adegan tersebut secara langsung merujuk pada alur Avengers: Doomsday yang dijadwalkan tayang Desember ini. Film baru itu akan digarap oleh Russo Brothers dan menampilkan kembali Robert Downey Jr. serta Chris Evans.
David A. Gross, penerbit buletin box office FranchiseRe, menilai anomali pendapatan ini bukan kebetulan. "Film yang ditayang ulang jarang sekali menghasilkan lebih dari US$10 juta," ujarnya. Ia menegaskan langkah ini merupakan strategi pemasaran efektif untuk membangun promosi dari mulut ke mulut sejak dini. Antusiasme penonton terhadap Encore ini menjadi penanda positif bagi kelanjutan waralaba Marvel.
Analisis Redaksi
Secara logis, kemunculan Endgame Encore adalah manuver strategis Marvel Studios. Dengan menjual ulang konten lama yang sudah familiar, mereka menciptakan momentum antusiasme tanpa biaya produksi besar untuk film baru. Adegan tambahan yang menyambungkan langsung ke Doomsday mengubah tayangan ulang menjadi "jalan tol" naratif. Penonton tidak hanya nostalgia, tapi mendapatkan petunjuk cerita yang relevan dengan film Desember. Ini efektif memperpanjang siklus hype di antara dua rilisan besar.
Yang perlu diwaspadai adalah dominasi pasar. Dengan pendapatan global Rp1,5 triliun, Endgame secara instan menggeser film-film baru seperti Heart of the Beast dan Primtime. Studio rival kehilangan ruang promosi saat penonton bioskop masih dalam mode "Marvel Week". Angka US$86 juta ini menunjukkan bahwa merek Avengers masih memiliki daya serap masif, bahkan untuk konten repetitif.
Langkah berikutnya kemungkinan besar akan fokus pada promosi Doomsday dengan memanfaatkan data audiens dari Encore. Jika strategi "pemanasan" ini berhasil menjaga konsistensi minat penonton, Marvel kemungkinan akan mengulang pola serupa di masa depan: merilis material bonus yang berfungsi sebagai penghubung cerita sebelum puncak trilogi atau saga baru. Keberhasilan kuartal ini sangat bergantung pada transisi mulus dari Encore ke film utamanya.
