Api di Hamzah Batik Malioboro Padam Usai 3 Jam, 12 Damkar dan Water Cannon Dilibatkan

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Api di Hamzah Batik Malioboro Padam Usai 3 Jam, 12 Damkar dan Water Cannon Dilibatkan
BAGIKAN:

Api yang membakar kompleks Hamzah Batik di Jalan Margo Mulyo, Gondomanan, Kota Yogyakarta, berhasil dipadamkan pada Senin (28/9) dini hari setelah proses penanganan berlangsung selama tiga jam. Si jago merah melahap bangunan pusat perbelanjaan batik, kerajinan, dan oleh-oleh tersebut sebelum akhirnya bisa dikendalikan petugas gabungan.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, menjelaskan bahwa proses pemadaman melibatkan sinergi lintas instansi. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu satu unit mobil Water Cannon dari Polresta Yogyakarta dan satu truk damkar milik TNI. Kerja sama ini krusial mengingat skala kebakaran yang tidak main-main.

"Proses pemadaman melibatkan 12 Unit damkar, 1 unit mobil Water Cannon Polresta Yogyakarta, 1 Truck Damkar milik TNI," kata Dani dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa upaya membasmi api dilakukan dengan ketat untuk memastikan tidak ada sisa bara yang kembali menyala.

Laporan awal kebakaran diterima sekitar pukul 01.30 WIB. Seorang saksi yang sedang memperbaiki kamar mandi di lantai tiga bersama rekannya mendengar suara letupan benda terbakar. Saksi tersebut kemudian mengecek sumber suara dan mendapati api sudah berkobar di ruang dapur lantai tiga. Ia segera menginformasikan kejadian ini kepada petugas keamanan gedung.

Petugas keamanan pertama kali mencoba meredam api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, nyala api terlalu besar dan sulit ditangani dengan perangkat tersebut. Laporan kemudian diteruskan kepada damkar dan Polsek Gondomanan. Sekitar pukul 04.45 WIB, api baru berhasil dipadamkan total. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk sterilisasi lokasi. Dani memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski total kerugian material belum diketahui secara pasti.

Analisis Redaksi

Kejadian ini menyoroti kerentanan infrastruktur pada bangunan komersial tua yang menjadi ikon pariwisata Yogyakarta. Keterlibatan satu truk damkar TNI menunjukkan bahwa kapasitas damkar sipil saja tidak cukup untuk skenario kebakaran besar di pusat kota. Hal ini mengisyaratkan kebutuhan akan protokol tanggap darurat lintas sektor yang lebih terintegrasi.

Dari sisi investigasi awal, sumber api yang berawal dari ruang dapur lantai tiga memerlukan audit keamanan sistem kelistrikan dan tata letak bangunan. Meskipun tidak ada korban jiwa, potensi kerugian ekonomi bagi para pedagang kecil yang berdagang di lokasi tersebut bisa sangat signifikan. Masyarakat perlu menunggu rilis resmi estimasi kerugian untuk memahami dampak ekonomi jangka pendek pada sektor oleh-oleh di kawasan Malioboro.

Langkah logis selanjutnya adalah pembongkaran sisa bangunan yang rusak parah demi keselamatan struktur, serta investigasi forensik api oleh tim ahli untuk memastikan penyebab pasti. Ini bukan sekadar kebakaran biasa, tetapi peringatan keras bagi pengelola pusat perbelanjaan di Jawa Tengah untuk memperketat standar keselamatan kebakaran.

Meow! Tanya Nesi!
😸