Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

10 Pemain, Timnas Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di GBK: Romeny Offside, Paes Gemilang

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

10 Pemain, Timnas Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di GBK: Romeny Offside, Paes Gemilang
BAGIKAN:

Tanah merah Gelora Bung Karno belum bisa membebani pertahanan tim nasional Indonesia, yang meski tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-36, berhasil menahan Imbang Timnas Malaysia dengan skor 0-0 dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/9). Kedisiplinan taktik dan ketangguhan lini belakang menjadi kunci keberhasilan Garuda menutup paruh waktu tanpa kebobolan, sebuah prestasi yang terasa lebih berat mengingat defisit jumlah pemain selama lebih dari setengah pertandingan.

Situasi krusial terjadi saat Thom Haye diusir wasit setelah melanggar Arif Aiman, memaksa Indonesia bertahan dengan 10 personel. Meskipun tekanan dari Harimau Malaya semakin intens, Kevin Diks dan kawan-kawan menolak bermain defensif. Mereka tetap menggeser garis pertahanan dan menciptakan ancaman nyata di area lawan, sebuah keberanian taktis yang tidak biasa untuk tim yang sedang kalah jumlah.

Malaysia, yang memegang kendali penguasaan bola, mengandalkan serangan dari sisi sayap sebagai ujung tombak serangan. Namun, barisan pertahanan Indonesia tampil solid, menutup celah sempit yang ada. Upaya Ole Romeny pada menit ke-57 menjadi momen menyedihkan; setelah menerobos ke jantung pertahanan lawan dan terjatuh di kotak penalti, bendera hakim garis mengindikasikan posisi offside, membuyarkan harapan terjadinya peluang emas tersebut.

Intensitas fisik kedua tim meningkat drastis seiring jalannya waktu ke babak kedua. Elkan Baggott dan Justin Hubner bekerja tanpa henti, jatuh bangun menghalau gelombang serangan bertubi-tubi dari lawan. John Herdman merespons kelelahan lini belakang dengan melakukan pergantian pemain, memasukkan Rizky Ridho dan Nathan Tjoe-A-On untuk menggantikan Dean James dan Romeny, memastikan struktur pertahanan tetap prima hingga peluit panjang.

Kontribusi individu juga menjadi sorotan utama, terutama dari kiper Maarten Paes. Penjaga gawang Ajax Amsterdam ini tampil impresif dengan sejumlah penyelamatan krusial yang memblok shot-shot membahayakan Malaysia. Pertandingan yang disaksikan 56.894 penonton ini berakhir dengan skor kaca, menjaga persaingan Grup A tetap ketat dan penuh ketidakpastian menjelang laga-laga berikutnya.

Analisis Redaksi

Hasil imbang 0-0 ini secara teknis merupakan kemenangan moral bagi Indonesia. Mengingat satu pemain inti tereliminasi lebih dari 50 menit, skor seri menunjukkan efisiensi pertahanan yang sangat tinggi. Ketahanan fisik pemain Indonesia diuji secara ekstrem, sebuah prasyarat mutlak untuk survival di turnamen yang menuntut konsentrasi penuh hingga detik terakhir.

Dari sisi taktik, keputusan John Herdman untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan ofensif dan ketahanan defensif terlihat tepat. Pergantian pemain yang bertujuan mengantisipasi kelelahan sistem pertahanan adalah langkah kalkulatif yang logis. Namun, absennya gol dari tim yang menguasai bola mengindikasikan bahwa soliditas pertahanan kedua skuad sama-sama kuat, menciptakan stalemate yang menguntungkan Indonesia secara peringkat karena mereka bermain dengan pemain lebih sedikit.

Kemungkinan langkah selanjutnya fokus pada pemulihan pemain dan penajaman serangan. Dengan persaingan Grup A yang makin ketat, tiga poin mungkin sulit diraih, tetapi menjaga keutuhan tim di tengah defisit pemain menjadi prioritas. Konsistensi performa seperti ini harus menjadi standar minimal untuk memastikan tim mampu bersaing di laga penentu.

Meow! Tanya Nesi!
😸