Teknologi Time Code dan FireOne Kembangkan Standar Seremoni FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Teknologi Time Code dan FireOne Kembangkan Standar Seremoni FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
BAGIKAN:

Kembang api menyala serempak di atas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9), menjadi pusat perhatian utama dalam Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. Pertunjukan ini berlangsung usai rangkaian musik dan seremoni, tepat sebelum laga perdana Indonesia melawan Singapura dimulai. Kesan visual yang dihasilkan tidak hanya menawan, tetapi juga presisi secara teknis, menandai standar baru untuk seremoni olahraga di kawasan Asia Tenggara.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen perdana FIFA khusus untuk kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, ajang ini akan menghadirkan 21 pertandingan yang berlangsung selama periode 24 September hingga 5 Oktober 2026. Seluruh pertandingan tersebut dapat disaksikan publik melalui ekosistem media EMTEK, yang mencakup SCTV, Indosiar, Moji, Vidio, dan Nex. Integrasi media sosial dan siaran linear ini memastikan jangkauan turnamen menjangkau berbagai demografis penonton.

Di balik kilauan api tersebut, terdapat teknologi yang rumit. Nolimits Fireworks, yang menangani pertunjukan ini, menggunakan sistem kendali hybrid yang memadukan FireOne dan Time Code. Kedua sistem ini dirancang untuk menciptakan efek yang presisi dan terintegrasi penuh dengan musik serta elemen visual lain selama seremoni. Penggunaan Time Code memungkinkan setiap cue kembang api mengikuti timeline musik secara langsung, menempatkan efek pada titik waktu tertentu untuk mengikuti struktur, ritme, transisi, hingga momen klimaks pertunjukan.

Pendekatan ini menjadikan kembang api lebih dari sekadar efek visual; ia menjadi bagian integral dari koreografi keseluruhan. Tiga anak muda Indonesia, Kanta, Bobi, dan Rendi, terlibat langsung dalam persiapan hingga eksekusi teknis. Mereka menangani firing system, show programming, penyusunan cue sequence, serta sinkronisasi Time Code. Keterlibatan talenta lokal muda dalam teknis panggung berskala internasional menunjukkan kedalaman kapabilitas industri kreatif dalam negeri.

CEO Nolimits Fireworks, Donny Rochyadi, menegaskan bahwa fireworks modern menggabungkan teknologi, kreativitas, dan presisi. "Fireworks sekarang bukan hanya tentang menyalakan kembang api, tetapi bagaimana setiap efek menjadi bagian dari sebuah pertunjukan yang terencana, presisi dan terintegrasi. Teknologi seperti FireOne dan Time Code memberikan peluang untuk menciptakan choreography yang semakin detail dan terukur," ujar Donny. Perusahaan ini memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun dalam menangani pertunjukan fireworks dan special effects untuk berbagai acara nasional maupun internasional, menjadikan keterlibatan mereka di acara ini sebagai panggung terbaru dalam memadukan teknologi, musik, dan kreativitas.

Analisis Redaksi

Penggunaan sistem Time Code dan FireOne bukan hanya soal estetika, melainkan penanda profesionalisme pengelolaan event olahraga bertaraf FIFA. Hal ini mengindikasikan standar keselamatan dan teknis yang ketat, karena kesalahan sinkronisasi dapat berimplikasi pada keselamatan penonton dan kelancaran laga. Kehadiran tiga teknisi muda dalam tim inti menunjukkan adanya transfer pengetahuan (knowledge transfer) dari senior ke junior di industri efek khusus Indonesia, sebuah aset jangka panjang bagi kemandirian teknis negara.

Dari perspektif publikasi dan hak siar, integrasi visual yang kuat dalam opening ceremony menjadi daya tarik tambahan bagi EMTEK Media sebagai pemegang hak eksklusif. Kualitas produksi yang mendekati standar hiburan global dapat meningkatkan nilai komersial iklan selama jeda siaran. Namun, tantangan tetap ada dalam memastikan konsistensi kualitas teknis selama 21 pertandingan, mengingat intensitas kompetisi yang tinggi dan variasi jadwal yang padat.

Meow! Tanya Nesi!
😸