Tawuran di Makassar Akibatkan 1 Tewas Diduga Tertembak, Motor Polisi Dibakar
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Seorang pemuda berusia 19 tahun ditemukan tewas di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan luka tembak di bagian punggung belakang usai kejadian tawuran antar kelompok yang juga menyasar pos polisi dan membakar kendaraan petugas.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol M Haris, menegaskan hasil pemeriksaan awal pada Minggu (27/9) menunjukkan adanya luka tembak di punggung belakang korban. "Pada pemeriksaan memang di punggung belakang ada luka, pada pemeriksaan luar ada memang luka tembak," ujar Haris kepada wartawan. Fakta ini mengindikasikan keterlibatan senjata api dalam bentrokan yang seharusnya hanya melibatkan perkelahian fisik antar kelompok pemuda.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa posko Siaga Tripika di Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, menjadi sasaran amukan warga dengan lemparan batu, panah, hingga bom molotov. Dalam insiden itu, satu personel kepolisian di dalam posko dilaporkan selamat. Tak hanya posko, sepeda motor milik seorang Bhabinkamtibmas juga menjadi sasaran dan dibakar di lokasi kejadian.
Arya Perdana menjelaskan bahwa jenazah korban kini masih menjalani pemeriksaan forensik lanjutan di RS Bhayangkara Makassar untuk memastikan penyebab kematian secara pasti. "Sementara ini, kita masih dalami," katanya. Proses forensik ini krusial untuk menentukan apakah kematian semata akibat kekerasan fisik atau benar-benar disebabkan oleh tembakan senjata api yang melucuti nyawa korban.
Antara kelompok yang bertikai menunjukkan eskalasi kekerasan yang membahayakan keamanan publik. Serangan terhadap simbol negara seperti pos polisi dan kendaraan dinas polisi memperlihatkan adanya ketegangan sosial yang melampaui antipati antar pemuda biasa. Situasi di Bontoala memerlukan perhatian serius karena penggunaan senjata api di tengah kerumunan warga sipil berisiko tinggi memicu korban jiwa massal dan mengaburkan motif awal tawuran.