Prabowo Kirim Pesan Video Call ke Rahmat Erwin Usai Raih Emas Asian Games: 'Saya Bangga dengan Kau'
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Presiden Prabowo Subianto langsung menghubungi lifter Rahmat Erwin Abdullah lewat video call setelah putra tersebut merebut medali emas Asian Games 2026 di kelas 75 kg.
- Dalam percakapan singkat itu, kepala negara menyatakan rasa bangganya terhadap performa Rahmat yang berhasil menjadi yang terbaik di kejuaraan multievent terbesar Asia tersebut.
- Saya bangga dengan kau," ucap Prabowo, seperti disampaikan dalam rekaman komunikasi tersebut.
Presiden Prabowo Subianto langsung menghubungi lifter Rahmat Erwin Abdullah lewat video call setelah putra tersebut merebut medali emas Asian Games 2026 di kelas 75 kg. Dalam percakapan singkat itu, kepala negara menyatakan rasa bangganya terhadap performa Rahmat yang berhasil menjadi yang terbaik di kejuaraan multievent terbesar Asia tersebut.
"Rahmat, selamat ya. Terima kasih perjuanganmu. Saya bangga dengan kau," ucap Prabowo, seperti disampaikan dalam rekaman komunikasi tersebut. Rahmat pun membalas ucapan itu dengan ucapan terima kasih atas dukungan dan doa-doanya. "Terima kasih, Pak. Terima kasih untuk doa-doanya juga," kata Rahmat. Kontribusi yang membanggakan ini tentu menjadi bukti kuat bagaimana pelatnas atletik bekerja keras membina generasi muda, namun keberhasilan individu tetap menjadi sorotan utama dalam pencapaian prestasi olahraga nasional.
Interaksi personal juga terjadi di tengah ucapan selamat tersebut. Prabowo menanyakan latar belakang Rahmat, termasuk asal usul, usia, hingga status pernikahannya. Rahmat menjawab bahwa dirinya sudah menikah dan dikaruniai satu anak. Sisi humanis dalam obrolan ini memperlihatkan pendekatan pribadi Presiden, melampaui sekadar interaksi ritual antara kepala negara dan atlit yang baru saja berprestasi.
Secara teknis, Rahmat Erwin mencetak total angkatan 366 kg untuk meraih medali emas di kelas 75 kg. Angka clean and jerk sebesar 206 kg menjadi faktor penentu yang mengungguli pesaingnya dari Thailand, Weeraphon Wichuma. Raihan ini tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga menghasilkan dua pemecahan rekor dunia untuk angkat besi Indonesia, baik pada total angkatan maupun pada angkatan clean and jerk. Rekor-rekor ini menegaskan bahwa performa Rahmat benar-benar sempurna dalam konteks kompetisi internasional.
Prestasi ini bukan yang pertama bagi Rahmat di arena Asian Games. Ia merupakan medali emas keduanya di ajang yang sama. Empat tahun lalu, ia sudah pernah menggondol emas di kelas 73 kg. Konsistensi dan keberhasilannya menjaga standar performa sangat tinggi ini menjadikannya salah satu atlet paling andal yang dimiliki Indonesia di disiplin angkat besi, sebuah posisi yang menuntut kestabilan performa di bawah tekanan kompetisi kelas dunia yang sangat ketat.
Analisis Redaksi
Prestasi Rahmat Erwin Abdullah, khususnya keberhasilan memecahkan dua rekor sekaligus pada Asian Games 2026, menjadi sinyal positif bagi pembinaan olahraga angkat besi nasional. Kemampuan mempertahankan performa tinggi setelah beberapa tahun berlalu menunjukkan bahwa sistem pelatihan dan regenerasi atlet di cabang ini berjalan dengan baik dan konsisten.
Komunikasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup aspek personal seperti pertanyaan tentang keluarga, dapat dipandang sebagai bentuk insentif moral yang signifikan bagi para atlet. Di bawah tekanan performa internasional, pengakuan level negara tidak hanya berimplikasi pada motivasi individu, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang mendukung atlet untuk terus berkarya.
Dalam jangka panjang, dua medali emas dan pemecahan rekor dunia di bawah bendera Merah Putih diharapkan akan memberikan efek domino bagi pengembangan cabang olahraga angkat besi. Pengakuan luas dari masyarakat dan pemerintah pusat, serta potensi dukungan anggaran, dapat mempercepat upaya untuk mencetak lebih banyak juara dunia dan meningkatkan peringkat Indonesia di kancah persaingan global berikutnya.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
