Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Indonesia Tumbangkan Thailand 2-3 di Asian Games, Napadet Kunci Kemenangan Lawan Set Kelima

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Indonesia Tumbangkan Thailand 2-3 di Asian Games, Napadet Kunci Kemenangan Lawan Set Kelima
BAGIKAN:

Tuan rumah Thailand menyikat Indonesia 3-2 (25-23, 20-25, 25-23, 23-25, 25-23) dalam laga pembuka Grup B voli putra Asian Games 2026 di Okazaki Central Park General Gymnasium, Minggu (27/9). Kekalahan dramatis ini membuat langkah awal timnas voli Indonesia di panggung Asia berjalan berat, sementara rival abadi mereka langsung mengamankan poin penuh dari laga ini.

Pertarungan sengit sudah terasa sejak set pertama, di mana kedua tim saling kejar-mengejar poin hingga angka 20-19. Meskipun blok apik dari Hendra Kurniawan sempat menyamakan skor menjadi 21-20, Thailand berhasil memperlebar jarak menjadi 24-22 dan mengunci set pertama lewat jump smash Thanat Bamrungpakdi. Indonesia kalah 23-25 di gim pembuka, memberikan tekanan awal yang cukup berat bagi skuad Garuda.

Situasi berubah di set kedua ketika Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan. Meski sempat tertinggal 7-11 akibat kelengahan dalam melancarkan serangan, performa service ace Fauzan Nibras dan smash keras Boyy Arnez membantu menyamakan kedudukan menjadi 12-12. Pola bertahan yang solid dengan formasi sejajar melibatkan Boy Arnez, Hendra Kurniawan, dan Ahmad Gumilar membuahkan hasil. Indonesia berhasil berbalik unggul dan mengamankan set kedua dengan skor 25-20, menjaga asa untuk membalikkan keadaan.

Dominasi Indonesia di set ketiga yang awalnya unggul 18-13 ternyata tidak bertahan lama. Serangan Thailand yang efektif dan pertahanan rapi mereka membuat skor sempat berkebalikan. Memasuki poin-poin kritis, kemampuan monster block Thanat Bamrungpakdi yang membendung spike Fauzan Nibras menjadi penentu. Thailand berhasil comeback dan merebut set ketiga dengan skor 25-23, sekaligus membalikkan keunggulan menjadi 2-1 atas Indonesia sebelum set empat dimulai.

Set keempat menjadi penentu, di mana Napadet sempat menjadi momok pertahanan Indonesia. Namun, blok Rama Fazza Fauzan yang mengadang smash Thanat serta back attack Boy Arnez berhasil mengubah keadaan. Setelah skor krusial 16-16, kesalahan servis dari Anuchit Pakdeekaew menjadi kunci. Indonesia memanfaatkan momentum itu untuk unggul 25-23 dan memaksa laga berlanjut ke set penentu atau full set, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Dalam set kelima yang berlangsung dramatis, Indonesia sempat tertinggal jauh 3-7 setelah dua smash Farhan Halim diblok lawan. Thailand semakin menjauh menjadi 10-5 berkat blok terhadap smash Hendra Kurniawan. Meski Indonesia mampu menyamakan skor menjadi 12-12 dan 18-18, penalti tip ball Thanat dan smash Farhan dari posisi yang tidak menguntungkan tidak mampu memberikan hasil maksimal. Thailand akhirnya menutup pertandingan dengan skor 25-23 di set kelima, memastikan kemenangan 3-2 atas Indonesia.

Analisis Redaksi

Kekalahan ini menyoroti konsistensi Indonesia dalam mengelola tekanan di poin-poin penentu, khususnya di set pertama dan kelima. Meskipun tim Merah Putih menunjukkan kemampuan comeback yang mengagumkan di set kedua dan keempat, mereka berulang kali gagal mempertahankan momentum ketika selisih skor tipis. Kegagalan memanfaatkan peluang menyerang di fase kritis set ketiga dan kelima menjadi bahan evaluasi utama bagi tim Reidel Toiran.

Hadapan Thailand di full set membuktikan bahwa lawan tersebut memiliki mentalitas juara yang tangguh, terutama melalui performa blok Thanat Bamrungpakdi dan serangan Napadet. Bagi Indonesia, laga pembuka yang berakhir pahit ini bukan akhir segalanya, tetapi menjadi tolok ukur seberapa cepat tim mampu mengkalkulasi strategi lawan. Fokus pada akurasi servis dan efisiensi serangan dari posisi tidak menguntungkan harus menjadi prioritas sebelum langkah berikutnya di Asian Games.

Meow! Tanya Nesi!
😸