Brandon Salim Nostalgia Badminton, Gandengan Greysia Polii di Vidio Sports Festival
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Brandon Salim merasakan kembali semangat masa kecilnya melalui raket badminton saat turun di Vidio Sports Festival 2026 yang berlangsung di Plaza Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026). Aktor muda tersebut berduet dengan legenda bulutangkis Indonesia, Greysia Polii, di segmen selebritas yang mempertemukan pemain profesional dan penonton.
Partai di hari pertama festival ini menyajikan pertandingan yang memikat antara pasangan Maria Theodore berpasangan dengan Agrippina melawan duet Brandon Salim dan Greysia Polii. Bagi Brandon, momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan kesempatan langka untuk beraksi di lapangan bersama atlet yang prestasinya telah mendunia. Ketiadaan sentuhan raket selama satu hingga satu setengah dekade membuat kehadirannya di lapangan terasa emosional dan penuh antusiasme.
"Senang banget. Deg-degan ya karena dulu kan aku main badminton tapi pas kecil. Udah 10-15 tahun, akhirnya baru main lagi nih, rasanya happy banget karena jadi nostalgia," ungkap Brandon dalam wawancara yang digelar di kawasan Jakarta pada hari yang sama. Ia menyebutkan bahwa setelah mencoba olahraga lainnya seperti tenis yang ia anggap sulit, serta padel yang menimbulkan rasa FOMO (takut ketinggalan), badminton justru membangkitkan kembali rasa rindu akan olahraga yang telah mengiringi masa kecilnya.
Dua sisi berbeda terlihat dari gaya hidup aktif yang diusung Brandon di luar lapangan kompetitif. Di balik gugupnya bermain bersama pemilik medali emas Olimpiade, Brandon menyatakan bahwa lari adalah olahraga favoritnya karena fleksibilitas dan efek terapinya. "Lari, aku suka aja karena enggak harus ngumpulin orang-orang, kadang bisa langsung sendiri aja kapan pun di mana pun bisa. Terus lebih kayak terapi buat aku kayak me time," ucapnya.
Ia bahkan memberikan saran praktis bagi publik yang ingin mulai berolahraga, menyarankan agar mereka tidak perlu memaksakan diri dengan durasi panjang. "Ini olahraga yang paling gampang menurut aku yang bisa dijalankan sama orang. Orang mungkin bilang 'Oh lari kan aduh capek banget.' Tapi harus dicobain aja 10 menit dulu, 15 menit dulu, entah lama-lama seru," ujar Brandon. Kesederhanaan akses ini, menurutnya, membuat lari menjadi olahraga yang inklusif, di mana semua orang dapat bergabung dalam komunitas lari untuk menambah semangat kebersamaan.
Konser dan aktivitas sportainment yang menjadi ciri khas Vidio Sports Festival 2026 ini terus berlanjut. Pada hari kedua, Minggu (27/9/2026), keseruan acara ini akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari Reality Club, The Changcuters, dan JKT48, yang dijadwalkan tampil menghibur pengunjung di Plaza Parkir Timur Senayan. Konsep yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan sajian musik ini menunjukkan bagaimana industri hiburan nasional mulai mengadopsi model sportainment untuk menarik audiens yang lebih beragam.
Analisis Redaksi
Kehadiran tokoh hiburan seperti Brandon Salim di samping atlet senior seperti Greysia Polii menandai sebuah blurring line atau kaburnya batas antara penggemar dan pelaku olahraga di Indonesia. Fenomena sportainment ini bukan hanya sekadar gimmick pemasaran, melainkan strategi cerdas untuk mendemokratisasi olahraga elite. Dengan melibatkan selebritas yang dekat dengan massa, festival ini mampu menarik perhatian demografi yang mungkin tidak terlalu memahami teknis permainan badminton, namun tetap terinspirasi untuk bergerak dan berolahraga.
Dampak jangka panjang dari normalisasi gaya hidup aktif melalui media populer sangat signifikan. Ketika figur publik seperti Brandon mempromosikan lari sebagai 'terapi' dan menyarankan pemula untuk mulai dari 10 menit, narasi kesehatan publik bergeser dari yang sempurna menjadi yang dapat dicapai. Ini adalah kemenangan kecil bagi kampanye gaya hidup sehat di Indonesia, di mana olahraga tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari relaksasi dan koneksi sosial.
Secara strategis, Vidio Sports Festival berfungsi sebagai platform transisi antara kompetisi profesional dan rekreasi massal. Penggabungan musik dan olahraga tidak hanya memperluas jangkauan audiens, tetapi juga menciptakan ekosistem hiburan baru yang berkelanjutan. Ini mengisyaratkan bahwa masa depan olahraga di Indonesia bukan hanya ada di stadion, tetapi juga di ruang-ruang publik yang dinamis, di mana interaksi antara atlet, selebritas, dan penonton menjadi magnet utama yang menghidupkan semangat kompetisi nasional.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
