Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Vietnam Menang Tipis 1-0 atas Filipina di Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Vietnam Menang Tipis 1-0 atas Filipina di Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026
BAGIKAN:

Kemenangan tipis 1-0 diraih Vietnam atas Filipina pada laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 yang tersaji di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (26/9) malam. Hasil tersebut memastikan Vietnam bertengger di posisi runner-up Grup B, tepat di bawah Thailand. Satu-satunya gol yang membawa kemenangan lahir dari kaki Nguyen Dinh Bac pada menit ke-25, sementara usaha Filipina untuk mengejar ketertinggalan di penghujung laga harus kandas setelah gol Kenji Nishioka dianulir akibat pelanggaran offside.

Pergulatan Tekanan Sejak Peluit Pertama
Sejak wasit Thariq Al Katiri meniupkan peluit kick off, ritmo pertandingan langsung didominasi penuh oleh The Golden Stars Warriors. Vietnam bermain menekan tanpa ampun, mengurung pertahanan The Azkals dalam punggungan mereka sendiri. Tekanan agresif ini tidak serta merta berbuah gol dalam 20 menit pertama pertandingan. Kedua tim saling berbalas ancaman, namun ketajaman dan kualitas finishing masih menjadi pembeda yang belum mampu dipecahkan oleh kedua kubu.

Gerbang Kemenangan di Babak Pertama
Gol yang dinanti-nanti publik baru tercipta ketika laga memasuki menit ke-25. Nguyen Dinh Bac, yang tampil dingin di muka gawang lawan, mencatatkan namanya di papan skor lewat skema serangan balik yang apik. Kombinasi antar pemain Vietnam berjalan mulus hingga membawa Dinh Bac berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Setelah kebobolan satu gol, Vietnam tidak mengendurkan tempo serangan. Mereka terus menggempur, namun gagal menambah keunggulan hingga babak pertama usai. skor 1-0 untuk Vietnam bertahan hingga turun minum.

Kedrama Diulang, VAR Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, pasukan asuhan pelatih Kim Sang Sik kembali melancarkan serangan beruntun. Filipina terpaksa lebih banyak bertahan, meski mereka tetap berupaya bermain terbuka di sisa waktu 45 menit tersebut. Drama dan insiden hampir mengubah arah pertandingan dua kali. Pada menit ke-60, striker naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, terpaksa ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera ringan. Selang beberapa saat, wasit sempat mengeluarkan kartu merah untuk pemain Filipina, Jesper Nyholm, setelah terjadinya tabrakan. Namun, keputusan itu dibatalkan setelah Thariq Al Katiri meninjau ulang melalui VAR.

Ketidakberuntungan di Menit Akhir
Dalam situasi yang menekan secara penuh, Filipina akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan di menit ke-82. Kenji Nishioka berhasil merangsek ke dalam kotak penalti dan mencetak gol yang sempat membuat skuad The Azkals bergemuruh. Namun, kegembiraan itu dipotong singkat. Setelah melalui tinjauan, gol tersebut dibatalkan karena Nishioka berposisi offside sebelum melakukan tendangan. Sampai peluit panjang berbunyi, tidak ada lagi gol yang tercipta. Pertandingan berakhir 1-0 untuk Vietnam. Dengan kemenangan ini, klasemen sementara Grup B pun terkonfirmasi: Vietnam menempati posisi kedua, tepat di bawah Thailand yang memimpin grup.

Analisis Redaksi

Secara taktis, laga ini menunjukkan dominasi mutlak Vietnam di fase awal kompetisi. Kemampuan mereka mempertahankan penguasaan bola dan melakukan penetrasi yang konsisten sejak babak pertama menjadi indikasi bahwa skuad asuhan Kim Sang Sik sudah berada pada level performa terbaiknya untuk mengawali turnamen. Posisi kedua di Grup B bukanlah target final; untuk melaju lebih jauh, Vietnam wajib membalikkan keadaan saat menghadapi Thailand di laga penentuan. Kekalahan dari tim dengan kualitas di bawah Indonesia dalam konteks kualifikasi biasanya dianggap sebagai alarm peringatan, namun hasil imbang atau bahkan kalah bisa menjadi batu sandungan serius bagi mereka untuk lolos ke fase berikutnya.

Sementara itu, bagi Filipina, dua kali kegagalan mendapatkan gol yang sah menunjukkan adanya potensi masalah dalam eksekusi akhir dan kedisiplinan formasi. Ketergantungan pada serangan yang jarang terjadi dan gagal mengawal lawan dari posisi offside menjadi celah yang mudah dieksploitasi oleh tim-tim Asia Tenggara lain yang lebih kuat. Dengan absennya satu pemain kunci akibat cedera dan kartu merah yang dibatalkan yang hampir mengubah dinamika tim, The Azkals kini harus memutar otak bagaimana memperbaiki transisi bertahan yang selama ini menjadi kelemahan mereka.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸