SBY Kenang Guruh Soekarnoputra Sebagai Seniman Besar dan Legislator Setia
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Guruh Soekarnoputra, menegaskan almarhum bukan hanya putra Proklamator, melainkan seniman dan budayawan besar yang mendefinisikan identitas bangsa. SBY menilai kecintaan Guruh terhadap Indonesia selalu diekspresikan dengan kuat melalui berbagai karya seni, mulai dari lagu, panggung Swara Maharddhika, hingga lukisan. Di rumah duka pada Sabtu (26/9), SBY mengenang sosok yang dinilainya memiliki nasionalisme positif dan dadanya berkobar-kobar untuk bangsanya.
Warisan musik almarhum dinilai abadi di ingatan publik, terutama lewat tembang ikonis seperti Kala Sang Surya Tenggelam dan Galih dan Ratna, dua karya yang legendaris karena pernah dilantunkan oleh mendiang Chrisye. SBY memberikan pujian tinggi pada jejak seni tersebut yang terus hidup dalam memori kolektif masyarakat. Bagi mantan presiden ini, Guruh meninggalkan jejak kultural yang tak tergantikan dalam lanskap seni Indonesia.
Kehangatan hubungan pribadi antara SBY dan Guruh tergambar dari momen khusus saat SBY masih menjabat presiden, ketika ia mengundang Guruh ke Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, keduanya tidak membahas perpolitikan, melainkan berdiskusi panjang mengenai langkah yang bisa diambil bangsa ini melalui pendekatan budaya dan seni. Silaturahmi itu terus terjaga hingga dua tahun lalu, saat keduanya sama-sama diundang menyumbangkan karya lukis dalam sebuah pameran.
Kala itu, SBY dan Guruh yang sama-sama menyukai aliran realis sempat berbincang santai membandingkan karya mereka. SBY menutup kenangannya dengan ungkapan, “Hari ini kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh dengan iringan doa semoga Allah SWT menerimanya dan hidup tenang di sisi Allah SWT.” Ia juga mengapresiasi peran Guruh di luar panggung pertunjukan, khususnya sebagai anggota parlemen yang sabar dan setia mendengarkan dinamika aspirasi rakyat.
Guruh Soekarnoputra, yang lahir pada 13 Januari 1953, adalah anak bungsu Presiden ke-1 Indonesia, Soekarno, dari pernikahannya dengan Fatmawati. Ia juga adalah adik kandung Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Menurut SBY, peran Guruh sebagai anggota legislatif yang mendamaikan aspirasi rakyat merupakan kontribusi yang tidak boleh dilupakan. Sementara itu, prosesi pemakaman almarhum direncanakan berlangsung setelah zuhur di TPU Karet Bivak.
Analisis Redaksi
Pernyataan SBY menegaskan bahwa posisi Guruh Soekarnoputra di mata publik tidak boleh direduksi semata-mata sebagai keturunan proklamator, melainkan sebagai entitas kultural yang independen. Penekanan pada karya seni dan legislasi menunjukkan adanya pengakuan ganda: Guruh sukses meramu identitas politik keluarga dengan kontribusi budaya yang universal. Ini penting agar warisannya tidak terjebak dalam romantisme sejarah semata, tetapi dilihat sebagai kontribusi nyata terhadap kohesi sosial.
Interaksi SBY dan Guruh di ranah seni realistis mengindikasikan adanya jembatan dialog antara eliten politik dan dunia intelektual-kultural yang sering terputus. Fakta bahwa diskusi mereka berfokus pada pendekatan budaya, bukan politik praktis, memberikan sinyal bahwa jalur dialog non-formal seperti seni masih menjadi instrumen penting dalam kebijakan negara. Kita perlu mewaspadai tren komodifikasi kenangan, di mana memori publik tentang Guruh bisa saja dipolitisasi ulang jika tidak dijaga integritas karya seninya sebagai nilai intrinsik.
Langkah logis berikutnya adalah mendokumentasikan dan memamerkan warisan seni Guruh secara institusional, tidak hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai referensi pedagogis. Memastikan karya lukis dan musiknya terus diakses publik akan menjaga relevansi pesan nasionalismenya yang diklaim SBY “berkobar-kobar”. Upaya ini sejalan dengan rencana pemakaman di TPU Karet Bivak yang menandai transisi dari peran publik menuju kenangan abadi yang harus dirawat secara kolektif.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

The Remarried Empress Tayang Lebih Awal, Rilis 4 Episode Sekaligus di Disney+

The Remarried Empress Tayang Percepat 3 November, 4 Episode Pertama Dilepas Serentak di Disney+

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru
