Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia, Raih Emas Angkat Besi Asian Games

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia, Raih Emas Angkat Besi Asian Games
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Perjuangan angking besi berakhir dengan kemenangan telak milik Rahmat Erwin Abdullah di Asian Games 2026, Sabtu (26/9).
  • Lifter Indonesia itu menyabet medali emas nomor 74kg putra sekaligus memecahkan rekor dunia setelah mengalahkan saingan berat dari Korea Utara dan Thailand.
  • Modal medali perak Olimpiade 2020 membuat Rahmat datang dengan tekanan tinggi, namun ia tampil solid sejak awal.

Perjuangan angking besi berakhir dengan kemenangan telak milik Rahmat Erwin Abdullah di Asian Games 2026, Sabtu (26/9). Lifter Indonesia itu menyabet medali emas nomor 74kg putra sekaligus memecahkan rekor dunia setelah mengalahkan saingan berat dari Korea Utara dan Thailand.

Modal medali perak Olimpiade 2020 membuat Rahmat datang dengan tekanan tinggi, namun ia tampil solid sejak awal. Ia membuka angkatan snatch dengan beban 155 kilogram, kemudian menaikkan ke 158kg pada percobaan kedua dengan mulus. Angkatan ketiganya di angka 160kg juga tuntas, menyamakan skor snatch dengan Weeraphon Wichuma dari Thailand. Namun, posisi Ri (Chong Song Ri) tetap di atas dengan catatan 162kg.

Undangan untuk merebut emas tertunda hingga sesi clean and jerk (CnJ). Ri mengawali dengan 195kg yang sukses. Weeraphon mencoba 200kg, gagal di percobaan pertama, tetapi tuntas di angkatan kedua. Giliran Rahmat, ia langsung sukses mengangkat 201kg pada percobaan pertama. Ri yang memburu keunggulan mencoba 202kg, tetapi gagal dua kali berturut-turut.

Keadaan memanas saat Weeraphon berhasil mengangkat 205kg pada percobaan ketiganya, mengantarkannya ke total 365kg. Rahmat menjawab dengan dingin dan presisi: ia mengangkat 206kg pada percobaan kedua tanpa kesulitan berarti. Total 366kg mengunci medali emas untuknya, lebih unggul dari Ri yang totalnya hanya 357kg.

Pencapaian ini bukan sekadar tentang medali. Rahmat resmi menggeser Ri sebagai pemegang rekor dunia di kelas 75kg putra (sesuai klasifikasi yang digunakan dalam lomba). Dengan total 366kg, ia menorehkan nama di tinta emas sejarah angkat besi, menambah deretan prestasi Indonesia di kancah multievent Asia.

Analisis Redaksi

Kemenangan Rahmat di Asian Games 2026 bukan hanya hasil kerja keras atlet, melainkan sinyal kebangkitan program pelatihan atlet angkat besi Indonesia. Kemampuannya menyamai dan kemudian melampaui rekor dunia milik pesaing terkuat menunjukkan kualitas teknik dan daya tahan yang telah diasah secara konsisten selama berbulan-bulan. Ini bukti bahwa pendekatan sains dan latihan modern mulai membuahkan hasil di level internasional.

Namang perlu diwaspadai: konsistensi adalah ujian sesungguhnya. Meraih emas sekali memang mengesankan, tetapi mempertahankannya di Olimpiade 2028 akan jauh lebih sulit mengingat kompetisi yang semakin ketat di seluruh dunia. Komunitas olahraga Indonesia berharap kemenangan ini menjadi katalisator untuk investasi lebih besar dalam infrastruktur dan pembinaan bakat muda, bukan sekadar euforia sesaat.

Langkah logis berikutnya adalah memastikan Rahmat mendapat dukungan maksimal untuk persiapan menuju Olimpiade Los Angeles. Ia kini bukan hanya juara Asia, tetapi pemilik rekor dunia—sebuah beban mental yang harus dikelola dengan baik. Media dan publik perlu mengubah narasi dari 'pahlawan nasional' menjadi 'champion global' yang siap bersaing di panggung terbesar olahraga dunia.

Meow! Tanya Nesi!
😸