⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Puripol Boonson Ganda Rekor Asian Games, Kunci Emas 100 Meter dalam 9,90 Detik

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Puripol Boonson Ganda Rekor Asian Games, Kunci Emas 100 Meter dalam 9,90 Detik
BAGIKAN:

Puripol Boonson mencetak sejarah ganda pada Jumat (25/9) malam waktu setempat saat ia meraih medali emas lari 100 meter dan memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 9,90 detik. Sprinter Thailand tersebut tampil tak terbendung di final, memastikan posisinya sebagai pemegang rekor baru setelah melintasi garis finis jauh di depan para pesaingnya.

Prestasi ini sekaligus mengukir dua kali pemecahan rekor dalam satu hari yang sama. Beberapa jam sebelum final, Boonson sudah tercatat sebagai pemecah rekor dengan waktu 9,91 detik di babak semifinal. Di final, ia berhasil memangkas satu seperseratus detik untuk menorehkan waktu terbaik barunya. Secara matematis, ini adalah lompatan teknis yang signifikan, memukul habis rekor yang baru saja ia buat sendiri beberapa waktu sebelumnya.

Di belakang Boonson, persaingan untuk medali tetap ketat namun tidak mampu mendekati angka fantastis sang juara. Dua pelari Oman, Ali Al Balushi dan Malham Al Balushi, harus puas dengan posisi kedua dan ketiga. Ali finis di angka 10,04 detik untuk medali perak, sementara Malham melengkapi podium dengan waktu 10,11 detik. Tidak ada nama lain di lintasan yang mampu membobol dinding 10 detik, menegaskan dominasi Boonson dalam perlombaan puncak malam itu.

Walau mencatatkan namanya di papan rekor Asian Games, pencapaian Boonson masih berjarak untuk menantang rekor Asia absolut. Catatan 9,83 detik milik pelari asal China, Su Bingtian, masih menjadi patokan tertinggi di benua ini. Boonson saat ini masih berusia 20 tahun, sebuah usia yang krusial bagi perkembangan karier seorang sprinter. Bakatnya sudah terbukti lebih awal; empat tahun lalu, saat usianya baru 16 tahun, ia berhasil mempersembahkan medali perak Asian Games.

Aksi memukau di Asian Games 2026 ini menjadi bukti kematangan teknis dan fisik yang matang, jauh melampaui ekspektasi dari seorang atlet yang baru menginjak kepala dua. Konsistensinya dalam memecahkan rekor menunjukkan kesiapan mentalitas juara, mengubah statusnya dari sekadar pesaing menjadi satu-satunya nama yang perlu diawasi di kelas 100 meter putra untuk beberapa tahun ke depan. Performa stabil di semifinal dan final dalam rentang waktu singkat menjadi sinyal kuat bahwa bobot kompetitifnya terus meningkat.

Analisis Redaksi

Boonson mendominasi kelas 100 meter putra melalui dua kali pemecahan rekor, dari 9,91 detik di semifinal hingga 9,90 detik di final. Selisih tipis ini menunjukkan potensi teknis yang masih besar untuk dipoles, mengingat rekor Asia absolut masih berjarak 0,07 detik di angka 9,83 detik milik Su Bingtian. Sebagai atlet berusia 20 tahun dengan raihan perak empat tahun lalu saat berumur 16, perkembangan Boonson menandai kematangan fisik dan teknis yang siap mengancam dominasi para senior.

Podium di Asian Games 2026 menunjukkan persatuan Asia dalam sprinting; Thailand merebut emas sementara Oman mengisi posisi dua dan tiga. Namun, jarak 0,14 detik di belakang Boonson mengindikasikan bahwa hanya atlet yang memiliki kecepatan sub-10 detik yang layak berbicara di final. Bagi publik, ini adalah sinyal bahwa peta persaingan di level Asia telah berubah, di mana Thailand kini memegang kendali penuh pada nomor 100 meter putra. Masa depan sprinting Asia kemungkinan besar akan ditakdirkan oleh Boonson dalam waktu dekat.

Meow! Tanya Nesi!
😸