Pertamina Raih Tiga Penghargaan Layanan Informasi Publik di Ajang TBCCI 2026
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Tiga penghargaan menjadi catatan prestasi baru bagi PT Pertamina (Persero) di bidang layanan pelanggan. Perusahaan energi milik negara tersebut berhasil menyabet predikat Silver pada kategori The Best Service Quality Management Team (Small) serta satu Silver dan satu Bronze pada kategori The Best Agent Digital Email Publik dalam ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026. Capaian ini menegaskan posisi Pertamina sebagai salah satu BUMN yang konsisten menjaga kualitas komunikasi dengan publik di sektor energi.
Rincian penghargaan individu menunjukkan dedikasi khusus dari para petugas lapangan. Dua Customer Relation Officer (CRO) Pertamina, Robiat Ul Auliah dan Tony Dwi Kuswara, memborong kategori The Best Agent Digital Email Publik. Robiat meraih predikat Silver, sementara Tony menyusul dengan predikat Bronze. Keduanya bertugas menangani alur permintaan informasi masyarakat melalui kanal email resmi perusahaan, sebuah tugas yang menuntut ketelitian tinggi di tengah volume kiriman yang masif.
Komitmen manajerial juga mendapat pengakuan melalui kategori tim. Perwakilan tim layanan informasi publik Pertamina, Dahlia dan Della Evriliana, berhasil meraih predikat Silver pada kategori The Best Service Quality Management Team (Small). Mereka memimpin sistem manajemen kualitas layanan yang memastikan respons cepat dan akurat terhadap keluhan maupun pertanyaan publik. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa struktur manajemen Pertamina telah terintegrasi dengan baik dalam menyikapi kebutuhan informasi masyarakat.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyambut capaian tersebut sebagai energi positif. Dalam keterangan tertulis yang dirilis Sabtu (26/9), Baron menekankan pentingnya penanganan setiap masukan masyarakat secara cermat. "Pertamina terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi tim serta para insan Pertamina yang telah menghadirkan layanan terbaik melalui kanal email publik," ujar Baron. Ia menegaskan bahwa akurasi informasi menjadi kunci untuk mencegah peredaran hoaks terkait isu energi.
Baron menambahkan bahwa kualitas layanan dibangun melalui kolaborasi tim, pengelolaan proses yang rapi, dan kompetensi petugas dalam merespons kebutuhan publik. "Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat komunikasi dua arah dan memberikan pengalaman layanan yang semakin baik bagi masyarakat," pungkas Baron. Dengan fondasi ini, Pertamina berkomitmen melakukan evaluasi layanan secara berkelanjutan guna mempertahankan kepercayaan publik.
Analisis Redaksi
Penghargaan di sektor layanan informasi publik kerap menjadi indikator kesehatan reputasi korporasi, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di sektor strategis seperti energi. Bagi Pertamina, kemenangan di kategori tim manajemen dan agen digital menunjukkan adanya transisi sukses dari model responsif ke model proaktif dalam komunikasi publik. Namun, tantangan sesungguhnya bukan lagi pada perolehan piala, melainkan pada konsistensi kualitas di saat puncak beban kerja, seperti saat fluktuasi harga BBM atau gangguan distribusi. Kemampuan mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan di tengah tekanan operasional menjadi uji daya tahan utama perusahaan.
Perlu diwaspadai potensi kesenjangan antara penghargaan eksternal dan persepsi masyarakat di lapangan. Jika kanal digital sudah diakui berkualitas, maka kanal fisik (SPBU dan kantor layanan) juga harus sinkron agar tidak terjadi disparitas layanan. Langkah logis selanjutnya adalah integrasi data dari kanal email yang telah berpredikat ke dalam basis pengetahuan internal untuk mempercepat penyelesaian keluhan kompleks. Pertamina harus memastikan bahwa standar "Silver" dan "Bronze" yang diraih menjadi tolok ukur internal untuk seluruh lini pelayanan, bukan sekadar capaian seremonial di akhir tahun.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Direktur Utama Blue Bird Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Hampir Rp1 Miliar untuk Perkuat Pengendalian

Emtek Resmikan Penjualan Saham Indopay Merchant Services, Fokus Optimalisasi Portofolio Investasi

Dampak Pergeseran Kepemilikan: SPBU Shell Kembali Operasional di Tangan SEFAS dengan Produk Terbatas
