Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Once Mekel Melayat ke TPU Karet Bivak, Kenang Guruh Soekarnoputra Lewat Lagu 'Kesenian'

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Once Mekel Melayat ke TPU Karet Bivak, Kenang Guruh Soekarnoputra Lewat Lagu 'Kesenian'
BAGIKAN:

Penyanyi senior Once Mekel melayat jenazah Guruh Soekarnoputra ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/9/2026). Ia mengungkapkan kenangan pribadi tentang keterlibatannya dalam pertunjukan yang menampilkan karya-karya sang maestro, sebuah momen yang membekas karena kedalaman makna lirik yang ia nyanyikan langsung di atas panggung bersama musisi lain.

"Saya terakhir itu mungkin 15 tahun lalu atau mungkin kurang dari itu ya. Saya lupa persisnya tahun berapa, menjadi bagian dari pertunjukan karya-karya almarhum Guruh Soekarnoputra," ujar Once saat ditemui di lokasi pemakaman. Ia mengingat dengan jelas bahwa saat itu ada juga Tompi dan Glenn beserta sejumlah penyanyi lain yang terlibat dalam acara tersebut. Bagi Once, menjadi bagian dari perhelatan karya Guruh bukan sekadar tugas, melainkan pengalaman artistik yang dalam.

Once membeberkan bahwa dalam salah satu pertunjukan, ia membawakan lagu-lagu ciptaan Guruh, termasuk "Kesenian" dan "Smaradhana". Selain itu, ia mengaku kerap menyanyikan "O Negeriku" atau yang dikenal sebagai "Untuk Indonesiaku" di berbagai kesempatan. "Saya juga sering bawakan sebuah lagu karya Guruh itu apa, 'O Negeriku'," tambahnya. Pilihan lagu ini menunjukkan betapa dekatnya Once dengan repertoar musik Guruh yang kental akan nilai filosofis.

Dari lirik-lirik yang ia bawakan sendiri, Once melihat adanya kedalaman makna yang kuat. Ia merasakan pengertian yang tersatukan dan terekspresikan dalam bentuk lagu yang begitu padat makna. "Ya itu yang paling bagus," tegas Once. Bagi seorang vokal yang telah berkarya puluhan tahun, apresiasi terhadap komposisi musik dan lirik Guruh menjadi sebuah pengakuan jujur bahwa kualitas seni musik Indonesia memiliki fondasi yang kokoh melalui sosok Guruh.

Di akhir wawancara, Once menyampaikan belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan, termasuk Megawati Soekarnoputri beserta keluarga PDI Perjuangan. Ia menyebut Guruh sebagai tokoh kesenian dan kebudayaan Indonesia. "Semoga kita semua mengingat beliau, mengingat ketokohan Guruh Soekarnoputra. Dan tentu kita mendoakan semoga almarhum sekarang ada bersama dengan Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa, diberikan tempat yang terbaik dan terindah di surga," ujar Once menutup pengantarnya. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi satu keluarga, melainkan bagi seluruh lanskap musik Indonesia.

Analisis Redaksi

Kehadiran Once Mekel di TPU Karet Bivak bukan hanya tindakan etika sosial seorang senior, tetapi juga penanda bahwa Guruh Soekarnoputra diakui sebagai pilar utama budaya bangsa oleh para penerusnya. Pernyataan Once mengenai kedalaman lirik "Kesenian" dan "Smaradhana" mengonfirmasi bahwa pengaruh Guruh melampaui aspek ritmis Jawa-Jaz, menyentuh dimensi puitika yang masih relevan hingga dua dekade setelah karya-karyanya hadir. Ini adalah validasi internal dari komunitas musik itu sendiri.

Dari sisi publik, kemalangan ini mengingatkan kita bahwa warisan Guruh adalah milik bersama. Dengan mengutip nama Megawati dan PDI-P dalam konteks bela sungkawa, berita ini secara halus mengaitkan identitas Guruh dengan dinamika politik-budaya keluarga besar Soekarno, meskipun fokus utamanya tetap pada kesenian. Yang perlu diwaspadai adalah bagaimana pengingatan kenangan ini tetap hidup; apakah hanya sebatas momen duka atau menjadi pemicu untuk lebih mendalami karya-karya Guruh yang memang diakui "padat makna" oleh mereka yang profesional di bidangnya.

Langkah logis selanjutnya adalah lembaga budaya dan komunitas seni untuk mengarsipkan dan mengedarkan ulang karya-karya Guruh, terutama yang sering dinyanyikan oleh penyanyi senior seperti Once, Tompi, dan Glenn Fredly (almarhum). Mengingat sekali bahwa Once menyebut "Smaradhana" dan "Kesenian", ini adalah indikasi kuat bahwa karya-karya ini adalah materi standar dalam diskusi seni musik Indonesia modern. Masyarakat diminta untuk tidak hanya berduka, tetapi secara aktif memutar dan mempelajari lirik-lirik tersebut untuk memahami 'kedalaman' yang dimaksud oleh para seniman senior.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ