Bareskrim Tangkap Duo Begal di Bekasi, Satu Tersangka Akui Berperan Pilot, Satu sebagai Eksekutor
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Modus kriminal yang brutal di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir. Resmob Bareskrim Polri mengamankan dua pelaku, Radi (46) dan Abdul Rohman alias Omen (40), yang dilaporkan mencuri tas seorang ibu berinisial S (51) hingga korban terjungkal dari sepeda motor. Insiden ini terjadi di Jalan Jati I, Jatimulya, Tambun, Bekasi, pada Senin (21/9). Kekerasan fisik yang menyertai pencurian tersebut membuat korban S mengalami kerugian material sekaligus cedera fisik.
Proses pengungkapan kasus ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Penangkapan awal dilakukan terhadap tersangka Radi di kawasan Kampung Kedaung, Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (24/9). Kombes Teuku Arsya Khadafi, Kasat Resmob Bareskrim Polri, menyatakan tim berhasil mengamankan tersangka berdasarkan hasil penelusuran intensif. "Tim melakukan penindakan di Kampung Kedaung, Babelan, Kabupaten Bekasi dan berhasil mengamankan tersangka R," ujar Arsya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (26/9). Dari keterangan Radi, polisi mengetahui peran spesifik kedua pelaku dalam modus operandi ini.
Radi mengakui di depan penyidik bahwa dirinya memang tercatat dalam rekaman CCTV sebagai pengemudi sepeda motor saat aksi pencurian berlangsung. Tidak hanya satu kali, Radi juga mengaku telah melakukan aksi serupa beberapa kali sebelumnya. Berdasarkan pengembangan dari keterangan tersebut, polisi berhasil melacak keberadian Abdul Rohman alias Omen di Kedung Pengawas, Babelan, Bekasi. Saat penangkapan, petugas turut menyita satu unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. Pembagian peran jelas: Radi sebagai pilot pengemudi, sementara Omen bertindak sebagai eksekutor pencuri.
Video insiden yang sempat viral di media sosial lewat akun @viraljakartatimur memperlihatkan detail kronologi kejadian pada pukul 15.00 WIB. Kedua pelaku melintas di tempat kejadian perkara dengan mendahului korban S yang sedang diboncengi temannya, FS. Setelah mengamati situasi dan memastikan aman, Radi putar arah mendekati korban yang sedang berpapasan. Pada momen krusial tersebut, Omen langsung menarik tas yang dibawa S di bahu kiri dengan kedua tangannya secara paksa. Aksi yang dilakukan dengan cepat itu menyebabkan S terjungkal dan tengkurap di aspal, sementara para pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
Kasus ini menambah panjang daftar kriminalitas jalanan yang mengancam keselamatan publik di wilayah Jabodetabek. Penggunaan kendaraan bermotor untuk memburu dan menggasak barang korban dengan modus paksaan menunjukkan keberanian pelaku dalam mengambil risiko tinggi. Meskipun korban berhasil diselamatkan dari kehilangan total aset berharga, dampak psikologis dari tindakan kekerasan tersebut tetap dirasakan oleh S dan kerabatnya. Penahanan kedua tersangka kini menjadi langkah awal bagi penyidik untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan pencurian motor atau begal di wilayah Bekasi Timur.
Analisis Redaksi
Penangkapan duo begal ini menyoroti pola berulang dalam kasus kriminal jalanan di kawasan Tambun dan Babelan, yang tampaknya tidak hanya sekadar pencurian biasa tetapi melibatkan unsur kekerasan fisik yang signifikan. Fakta bahwa tersangka Radi mengaku sudah melakukan perbuatan beberapa kali mengindikasikan bahwa ini adalah aksi kronis atau profesional yang bukan kejadian pertama. Peran spesifik yang disebutkan Arsya—di mana satu orang mengemudi dan satu orang lain menjarah—menunjukkan tingkat koordinasi yang cukup matang, meski terkesan spontan di lapangan. Pola ini konsisten dengan modus kejahatan jalanan lainnya di mana kecepatan dan kemampuan pengemudi menjadi kunci keberhasilan pelarian.
Yang perlu diwaspadai adalah potensi efek meniru atau keberanian calon pelaku lain melihat kasus ini bisa berujung pada penangkapan cepat oleh Resmob Bareskrim. Namun, bagi publik, pesan tegasnya adalah pentingnya waspada saat melintas di jalan yang relatif sepi atau kurangnya penerangan. Meskipun polisi berhasil menyita barang bukti motor dan menahan kedua tersangka, proses hukum baru dimulai. Publik sebaiknya tidak berasumsi kasus ini sudah selesai, karena sering kali ada jaringan yang lebih besar di balik aksi pencurian jalanan skala kecil seperti ini. Langkah selanjutnya secara logis adalah memeriksa rekaman CCTV di sekitar TKP untuk mengidentifikasi kemungkinan saksi atau korban lain yang menjadi target dalam rentang waktu yang sama.