Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ancelotti Klaim India Tanpa Budaya Sepak Bola Jelang Duel Timnas

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ancelotti Klaim India Tanpa Budaya Sepak Bola Jelang Duel Timnas
BAGIKAN:

Komentar tajam Carlo Ancelotti yang menyebut India tidak memiliki budaya sepak bola sontak memicu kontroversi menjelang laga persahabatan Brasil versus India di Stadion Salt Lake, Kolkata, pada 3 Oktober mendatang. Pelatih timnas Brasil ini melontarkan pernyataan tersebut saat berada di Brisbane, Australia, sebuah pengakuan yang menurutnya mencerminkan realitas di lapangan meski terdengar kasar bagi pendukung tuan rumah.

Pernyataan Ancelotti bukan sekadar basa-basi, melainkan kritik langsung terhadap infrastruktur pembinaan di Negeri Anak Benua. "Menurut saya, ini adalah masalah budaya. India tidak memiliki budaya sepak bola, meskipun mereka unggul dalam cabang olahraga lain. Anda harus mengupayakan hal ini untuk membangun generasi pemain yang baru," tutur Ancelotti. Ia menambahkan bahwa India belum banyak berpengalaman menghadapi lawan kelas dunia, namun ia tetap menantikan pengalaman baru tersebut.

India sengaja menantang kekuatan sepak bola Amerika Selatan dan Tengah, termasuk Uruguay dan Panama, pada jeda internasional September-Oktober ini. Strategi ini bertujuan untuk menguji metris tim menjelang turnamen besar, meskipun mereka sebelumnya absen dari jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia karena mengundurkan diri untuk menggelar acara sendiri. Bagi timnas Indonesia, absennya India di kompetisi regional itu membuka ruang diskusi terkait penataan ulang jadwal kualifikasi atau persahabatan.

Ancelotti sendiri mengakui belum pernah mengunjungi India dan menyatakan antusiasminya untuk datang ke Kolkata. "Kita perlu melihat negara lain, budaya lain. Kami terbiasa memainkan laga persahabatan dengan berbagai gaya permainan. India akan menjadi pengalaman yang menarik," kata sang pelatih. Sikap diplomatisnya ini sedikit meredakan tensi, meski inti pesannya tetap menohok bagi penggemar sepak bola India yang bangga dengan potensi olahraga mereka.

Di balik kontroversi, ada dimensi strategis dari pemilihan lawan. Bagi Brasil, menghadapi tim dari Asia Selatan adalah peluang untuk mendalami pola permainan yang berbeda sebelum turnamen internasional. Bagi India, ini adalah panggung untuk membuktikan diri di hadapan standar Eropa, meski dengan handicap budaya yang diakui oleh pelatih top dunia. Duel ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua fabel sepak bola yang jarang bertemu dalam konteks resmi.

Analisis Redaksi

Kontroversi ini pada dasarnya bukan soal siapa yang benar, melainkan soal persepsi. Ancelotti menggunakan istilah "budaya" dalam pengertian sosiologis, merujuk pada ekosistem yang melingkupi sepak bola: dari kurikulum sekolah, liga domestik yang kompetitif, hingga minat publik yang berkesinambungan. Bagi pengamat luar, India lebih dikenal sebagai negeri kriket dan hoki, di mana sepak bola belum menjadi olahraga unggulan nasional di semua level. Kritik ini, meski pedas, memaksa federasi India untuk mengevaluasi program pembinaan jangka panjang, bukan hanya di level timnas, tetapi juga di akar rumput di mana basis suporter dan pemain muda terbentuk.

Secara logis, langkah selanjutnya bagi sepak bola India bukanlah membantah komentar Ancelotti secara emosional, melainkan membuktikan di lapangan pada 3 Oktober. Jika India mampu bertahan atau mencetak gol melawan skuad Brasil, narasi "tidak punya budaya" akan runtuh dengan sendirinya. Bagi Indonesia, dinamika ini menunjukkan pentingnya kehadiran timnas Timnas Indonesia di kancah internasional untuk membangun citra positif dan jaringan pertandingan yang seimbang, jauh dari label stigmatis seperti yang disematkan pada India.

Meow! Tanya Nesi!
😸