Ronaldo Akui Tak Mampu Main 90 Menit di Timnas, Sisa Karier Internasional Dipertaruhkan
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Cristiano Ronaldo mengakui secara terbuka bahwa usianya yang kini 41 tahun membuatnya tidak lagi mampu bermain 90 menit penuh di laga internasional. Pengakuan ini disampaikan bintang timnas Portugal tersebut dalam konferensi pers menjelang laga perdana Grup D [UEFA Nations League](https://www.uefa.com/nations-league/) melawan Wales yang dijadwalkan berlangsung Jumat (25/9) pukul 01.45 WIB. Bagi seorang ikon sepak bola dunia, pernyataan ini menandai transisi signifikan dalam fase akhir karier profesionalnya di level negara.
"Saya bisa pastikan tidak bisa main 90 menit lagi untuk semua pertandingan [timnas Portugal berikutnya]," kata Ronaldo dalam konferensi pers tersebut, sebagaimana dikutip dari Abola. Kesadaran akan keterbatasan fisik ini datang di tengah tanggung jawabnya yang masih besar sebagai kapten. Ia menyadari usianya tak muda lagi, sebuah fakta yang tidak bisa dihindari meski ia masih menjadi pilihan utama pelatih untuk skuad berjuluk Selecao.
Jejak Ronaldo di timnas Portugal telah membentang selama 23 tahun, dimulai sejak debutnya pada 2003. Statistiknya menunjukkan konsistensi luar biasa: 146 gol dari 233 penampilan di semua ajang bersama negara. Pencapaian ini menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas. Pengabdian panjang ini bukan sekadar tentang jumlah pertandingan, melainkan tentang keberlanjutan performa di puncak ketertiban.
Di level negrara, Ronaldo mempersembahkan satu trofi Euro 2016 dan dua gelar juara Nations League pada 2019 dan 2025. Namun, dominasi sebenarnya terjadi di level klub. Suami dari Georgina Rodriguez itu mengumpulkan sederet trofi domestik seperti Premier League, La Liga, dan Serie A. Di kancah Eropa, ia menjuarai [Liga Champions](https://www.championsleague.com/) lima kali dan UEFA Supercup dua kali. Keberhasilan globalnya juga terukur lewat empat gelar Piala Dunia Antarklub.
Prestasi tersebut memantulkan kemegahan individu dalam bentuk lima penghargaan Ballon d'Or. Sosok kelahiran Madeira ini juga tiga kali memenangkan anugerah pemain terbaik FIFA dan empat kali di Eropa. Kombinasi trofi kolektif dan individu ini menempatkan Ronaldo di atas hampir semua pemain lainnya dalam sejarah sepak bola modern. Meski demikian, tubuh manusia memiliki batas, dan pengakuan bahwa ia tidak bisa bermain penuh 90 menit adalah sinyal bahwa era dominasi absolut di setiap menit pertandingan mungkin sudah berakhir.
Analisis Redaksi
Pernyataan Ronaldo bukan sekadar keluhan fisik, melainkan sebuah kalkulasi strategis manajemen karier. Dengan jadwal internasional yang padat dan usia yang melampaui rata-rata pemain profesional, rotasi dan manajemen beban menjadi kunci. Ia kemungkinan besar akan mengurangi menit bermain di fase grup atau mengedepankan peran pemimpin taktis di menit-menit akhir pertandingan, di mana pengalaman dan insting bermain lebih berharga daripada ketahanan stamina kardio.
Yang perlu diwaspadai oleh penggemar dan pihak federasi adalah potensi cedera akibat paksaan bermain di luar kapasitas fisik saat ini. Tren penurunan performa di laga-laga kunci bisa meningkat jika ia dipaksa bermain penuh tanpa jeda memadai. Langkah logis selanjutnya adalah adaptasi taktis timnas Portugal, di mana Ronaldo diposisikan sebagai "penyerang akhir" yang masuk saat pertandingan masuk fase krusial, memastikan kontribusinya tetap maksimal tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
