Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa M5 Guncang Perbatasan Timor Leste-NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M5 Guncang Perbatasan Timor Leste-NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BAGIKAN:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,0 pada Jumat pagi, 25 September 2026, pukul 07:27:40 WIB. Episenter gempa terletak di koordinat laut, tepatnya sekitar 124 kilometer sebelah utara Metinaro, Timor Leste. Getaran gempa dirasakan cukup signifikan oleh warga di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Kupang dan sekitarnya, meskipun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyatakan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki pergerakan naik (thrust fault). Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di zona subdui Laut Sawu. Pihak berwenang menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa.

Analisis Pakar Geofisika

Zona gempa di utara Timor Leste dan selatan NTT berada dalam pengaruh kompleksitas tumbukan lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia. Secara geologis, area ini dipengaruhi oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust) dan struktur sesar lokal lainnya yang terbentuk akibat kompresi horizontal dari arah selatan. Sejarah kegempaan mencatat bahwa wilayah ini sering mengalami aktivitas seismik menengah karena akumulasi tegangan tektonik yang terus-menerus terjadi sepanjang batas konvergen tersebut. Meskipun magnitudo 5,0 tergolong sedang, energi yang dilepaskan cukup untuk memicu getaran kuat di permukaan tanah lunak. Terkait potensi tsunami, mengingat magnitudo di bawah ambang batas kritis (M7,0+) dan mekanisme sumbernya yang cenderung murni geser-naik tanpa perpindahan vertikal dasar laut masif yang signifikan, risiko tsunami dapat dikesampingkan. Namun, masyarakat diminta waspada akan kemungkinan gempa susulan (aftershocks) yang wajar terjadi sebagai proses penyesuaian kerak bumi pasca-gempa utama.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ